Perencanaan kota di banyak daerah memprioritaskan kendaraan, sehingga pejalan kaki hanya memiliki sedikit ruang yang aman dan mudah diakses untuk berjalan kaki.
Faktor ekonomi juga turut berkontribusi terhadap masalah ini.
Kredit sepeda motor yang terjangkau telah menjadikan transportasi bermotor pilihan yang lebih menarik bagi banyak orang Indonesia, sehingga semakin mengurangi ketergantungan mereka pada berjalan kaki.
Pergeseran ke arah kendaraan bermotor ini menyoroti interaksi antara aksesibilitas ekonomi dan tingkat aktivitas fisik.
Peningkatan infrastruktur merupakan langkah krusial untuk meningkatkan tingkat pejalan kaki di Indonesia.
Pembangunan trotoar, penciptaan ruang perkotaan yang ramah pejalan kaki, dan peningkatan aksesibilitas transportasi umum dapat mendorong masyarakat untuk lebih banyak berjalan kaki.
Langkah-langkah ini tidak hanya mendorong aktivitas fisik, tetapi juga meningkatkan mobilitas perkotaan secara keseluruhan.
Selain pembangunan infrastruktur, inisiatif masyarakat dapat membantu mendorong gaya hidup aktif.
Sekolah, tempat kerja, dan organisasi lokal dapat menerapkan program jalan kaki dan kampanye kesadaran untuk mendorong aktivitas fisik sehari-hari.
Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk menciptakan perubahan jangka panjang.
(Tribunnews.com/Nuryanti)
Baca tanpa iklan