Serangan terhadap gedung perumahan sembilan lantai di sebelah barat Kyiv menewaskan sedikitnya dua orang, seorang ibu dan putranya yang berusia dua bulan, kata jaksa.
Menurut polisi, lebih dari selusin lainnya terluka.
Layanan penyelamatan Ukraina mengunggah foto yang menunjukkan bangunan itu terbakar, sementara asap mengepul dari fasadnya.
Serangan itu terjadi setelah lebih dari dua lusin negara Eropa berjanji untuk menjaga kesepakatan apa pun guna mengakhiri perang, beberapa di antaranya menjanjikan pengiriman pasukan ke lapangan.
Keiv mengatakan jaminan keamanan, yang didukung oleh pasukan Barat, sangat penting bagi setiap kesepakatan damai untuk memastikan Rusia tidak menginvasi lagi di masa mendatang.
Baca juga: Kiev Tak Lagi Aman, Serangan Rudal dan Drone Rusia Tewaskan 14 Orang: Kantor Uni Eropa Rusak
Namun Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pasukan Barat di Ukraina tidak dapat diterima dan akan menjadi target yang “sah”.
Upaya yang dilakukan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa minggu terakhir untuk mengakhiri perang sejauh ini hanya menghasilkan sedikit kemajuan.
Pasukan Rusia menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina secara total.
Puluhan ribu orang terbunuh dalam tiga setengah tahun pertempuran, yang telah memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka dan menghancurkan sebagian besar Ukraina timur dan selatan dalam konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II.
(oln/tmt/*)
Baca tanpa iklan