News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dari Laporan hingga Penyidikan, Begini Telitinya Polisi Jepang Tangani Kasus Pencurian

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KASUS PENCURIAN - Dua polisi sedang menyidik korban pemilik toko yang kecurian, termasuk mengambil sidik jari korban (kanan), untuk dicocokkan dengan sidik jadi yang ditemukan di toko yang kecurian tersebut

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Kasus pencurian di Jepang bukan sekadar tindak pidana biasa.

Proses pelaporannya pun berlangsung sangat teliti dan penuh prosedur.

Hal ini dialami seorang pemilik toko di Tokyo, sebut saja A, yang belum lama ini kehilangan dua tas kerajinan mahal di tokonya.

Tas yang hilang itu bernilai hampir 30.000 yen dan 20.000 yen, atau total sekitar lima juta rupiah.

“Pagi-pagi saya kaget melihat dua barang itu sudah tidak ada di rak tempat jualan,” ujar A kepada Tribunnews.com, Senin (22/9/2025).

Begitu menyadari pencurian, A bersama seorang temannya langsung mendatangi kantor polisi terdekat.

Baca juga: Paviliun Indonesia Pukau Pengunjung di Expo 2025 Osaka, Warga Jepang Terpesona

Meski pelaporan bisa dilakukan melalui telepon darurat 110, ia memilih datang langsung karena jaraknya cukup dekat.

“Sekitar lima jam saya berurusan dengan kepolisian sejak pertama kali melapor,” tuturnya.

Di kantor polisi, A diminta menunjukkan kartu identitas untuk difotokopi, kemudian mengisi data pribadi seperti pekerjaan dan keterangan kronologis kejadian.

Polisi menanyakan berbagai kemungkinan, termasuk apakah pelaku masuk melalui pintu belakang menggunakan kunci palsu.

“Polisi bertanya sambil membuat laporan pengaduan sekitar dua jam. Setelah itu laporan dikonfirmasi ulang dua kali, tidak boleh ada salah ketik atau data yang keliru,” jelas A.

Setelah laporan final disetujui, pelapor menandatangani dokumen yang kemudian diserahkan kepada atasan petugas untuk diproses lebih lanjut.

Di Jepang, pelapor tidak menerima bukti laporan tertulis, karena seluruh dokumen langsung masuk ke database kepolisian dan dapat dilacak sewaktu-waktu.

“Yang penting kita mengingat nama petugas, tanggal, jam, dan lokasi pelaporan. Data itu sudah cukup untuk menemukan arsip laporan,” tambahnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini