TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maroko diguncang gelombang unjuk rasa besar-besaran dalam beberapa hari belakangan.
Terbaru, dalam demo pada Jumat (3/10/2025), pengunjuk rasa menuntut dilakukannya pergantian pemerintah.
"Kami menuntut agar pemerintahan saat ini diganti karena gagal melindungi hak-hak konstitusional rakyat Maroko dan tidak mampu menanggapi tuntutan sosial mereka," ujar perwakilan kelompok protes.
Apa yang bisa diketahui dari demo di Maroko ini?
Negara: Maroko
Maroko adalah sebuah negara yang terletak di Afrika Utara, dikenal karena perpaduan budaya Arab, Berber, dan Eropa yang kaya serta lanskap alam yang beragam—dari pegunungan Atlas hingga gurun Sahara.
Maroko berbatasan dengan Aljazair di timur, Samudra Atlantik dan Laut Mediterania di barat dan utara, serta Sahara Barat di selatan.
Maroko memiliki Ibu kota di Rabat. Sementara Kota terbesar di sana adalah Casablanca.
Bahasa resmi: Arab dan Amazigh (Berber)
Agama mayoritas: Islam
Sistem pemerintahan: Monarki konstitusional
Raja saat ini: Mohammed VI
Siapa yang berunjuk rasa?
Pemuda Maroko turun ke jalan mulai 27 September, setelah menyerukan protes umum di seluruh kerajaan melalui media sosial menggunakan tagar #GenZ212 untuk memobilisasi dan menuntut akuntabilitas yang lebih besar serta peningkatan layanan publik.
Angka 212 ini sendiri mengacu pada kode telepon negara Maroko.
Baca tanpa iklan