Serangan itu menewaskan ratusan orang di wilayah perbatasan Israel dan menyebabkan sekitar 250 orang ditawan oleh Hamas dan kelompok perlawanan lainnya.
Sementara itu, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan masih ada 48 warga Israel yang ditahan di Jalur Gaza, baik yang masih hidup maupun telah meninggal dunia.
Hari ini, 20 sandera yang masih hidup telah dibebaskan dan 28 lainnya akan dibebaskan dalam pertukaran berikutnya, termasuk jenazah sandera.
Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa Operasi Banjir Al-Aqsa merupakan bentuk perlawanan terhadap pendudukan Israel atas tanah Palestina yang telah berlangsung sejak tahun 1948, ketika sekitar 750.000 warga Palestina diusir dari kampung halamannya untuk pendirian negara Israel.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan