News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Didemo Gen Z, Presiden Madagaskar Andry Rajoelina Kabur dengan Pesawat Militer Prancis

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto dari Facebook Presiden Madagaskar Andry Rajoelina diambil pada Selasa (14/10/2025). Rajoelina dilaporkan melarikan diri dari negaranya menggunakan pesawat militer Prancis di tengah gelombang besar demonstrasi yang dipimpin kaum muda Generasi Z.

Andry Nirina Rajoelina lahir pada 30 Mei 1974 di Antsirabe, Madagaskar.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal luas sebagai pengusaha muda sukses dan tokoh media, pernah bekerja sebagai disk jockey serta mendirikan perusahaan percetakan digital dan stasiun radio serta televisi bernama VIVA.

Karier politiknya dimulai ketika ia terpilih sebagai Wali Kota Antananarivo pada 12 Desember 2007 dengan perolehan suara lebih dari 63 persen.

Dalam masa kepemimpinannya, Rajoelina sering berselisih dengan Presiden Marc Ravalomanana, terutama terkait kebebasan pers dan kebijakan pemerintah pusat yang dianggap mengekang otoritas lokal.

Ketegangan antara keduanya memuncak pada Januari 2009, ketika Rajoelina menuduh pemerintahan Ravalomanana gagal menjalankan tugas dan secara terbuka menyatakan mengambil alih kekuasaan.

Pemerintah pusat kemudian memberhentikannya sebagai wali kota, namun ia menolak keputusan itu dan memimpin gelombang demonstrasi besar yang berujung pada krisis politik nasional.

Militer Madagaskar akhirnya mengambil alih pemerintahan dan menyerahkan kekuasaan kepada Rajoelina pada 17 Maret 2009.

Ia kemudian memimpin negara sebagai Ketua Otoritas Transisi Tertinggi (HAT) hingga 2014, menjadikannya pemimpin termuda dalam sejarah Madagaskar pada usia 34 tahun.

Setelah masa transisi berakhir, Rajoelina sempat mundur sementara dari politik sebelum kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2018.

Ia memenangkan pemilihan tersebut dan resmi menjabat sebagai Presiden Madagaskar pada 19 Januari 2019.

Baca juga: Rusuh di Stadion Madagaskar saat Pembukaan Indian Ocean Island Games, 12 Orang Tewas Terinjak-injak

Masa pemerintahannya tidak lepas dari kontroversi.

Salah satu yang paling menonjol adalah tuduhan bahwa ia memiliki kewarganegaraan ganda Prancis-Madagaskar, yang menimbulkan perdebatan hukum dan politik di dalam negeri.

Meski demikian, Rajoelina tetap menjadi sosok berpengaruh di Madagaskar, dikenal dengan gaya kepemimpinan populis serta ambisinya untuk memodernisasi ekonomi dan infrastruktur negara.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini