Oleh karena itu, ketika ditanya kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia.
"Saya ditanya oleh pihak-pihak, katakanlah mediator kunci, Amerika Serikat, dengan Turki, Mesir, negara-negara yang langsung berurusan sama Palestina, mereka bertanya gimana kesiapan Indonesia, kami katakan kami siap."
"Diminta pasukan penjaga perdamaian, Indonesia siap. Itu sudah saya tegaskan," tegas Prabowo.
Meski demikian, proses pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza ini masih harus menempuh proses yang panjang.
Selanjutnya Prabowo akan membahas lebih detail rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza ini.
"Kita akan bicara detailnya lah. Ini masih rumit, tidak gampang," imbuh Prabowo.
Baca juga: Pujian Trump, Isu Prabowo Kunjungi Israel, dan Pembicaraan yang Bocor
27 Pemimpin Dunia Kumpul di Mesir, Tekan Perdamaian Akhiri Perang Gaza
Sebanyak 27 pemimpin dunia berkumpul dalam acara KTT Perdamaian Gaza (Gaza Peace Summit), untuk mengakhiri konflik panjang antara Israel dan Hamas.
Digelar di Sharm el-Sheikh, Mesir, pertemuan bersejarah ini diinisiasi oleh Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bertindak sebagai Co-chair KTT.
Pertemuan itu dirancang untuk mencari jalan keluar konkret demi mewujudkan perdamaian berkelanjutan di Jalur Gaza.
Di samping itu, pertemuan tersebut membahas masa depan secara mendalam tentang masa depan politik, keamanan, dan kemanusiaan di Jalur Gaza setelah dua tahun perang menghancurkan sebagian besar wilayah itu hingga menewaskan lebih dari 67.600 warga Palestina.
Baca juga: Tepuk Tangan Bergema di KTT Perdamaian Gaza, Prabowo Disebut Trump di Hadapan Pemimpin Dunia
Tak hanya itu, implementasi gencatan senjata permanen, penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza, dan restrukturisasi pemerintahan lokal juga jadi bahasan dalam pertemuan ini.
Forum ini juga menyepakati pentingnya pembentukan mekanisme pendanaan global untuk membantu pemulihan Gaza, termasuk pembangunan kembali rumah sakit, sekolah, dan fasilitas publik.
Beberapa negara peserta bahkan berjanji menyalurkan dana besar melalui program kerja sama multilateral yang dipantau oleh PBB.
Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi menegaskan bahwa perdamaian tidak hanya berarti berhentinya perang, tetapi juga pemulihan kehidupan warga sipil.
Baca juga: Trump Apresiasi Prabowo di KTT Perdamaian Gaza 2025, Momentum Penting Akhiri Konflik Palestina
Abdel Fattah El-Sisi menekankan pentingnya peran dunia internasional untuk memastikan Gaza kembali stabil melalui kerja sama lintas negara dan lembaga kemanusiaan.
Baca tanpa iklan