News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Internasional: 'Jebakan' Mic Bocor ala Amerika - Israel Curangi Gencatan Senjata

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Presiden Prabowo dan Presiden Trump berbincang di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10/2025); Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 1 Oktober 2025; Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi saat upacara peringatan untuk mengenang Saba Babaei (Kuniko Yamamura), ibu dari martir Mohammad Babaei di Taman Kota Teheran, Rabu, 12 Juli 2022; Foto Presiden Madagaskar Andry Rajoelina. Rangkuman berita internasional terpopuler, salah satu isu yang menarik perhatian publik yakni adanya konspirasi jebakan mic bocor ala Amerika.

"SEMUA DUA PULUH SANDERA KEMBALI dan merasa sebaik yang diharapkan. Beban besar telah terangkat, tetapi tugas BELUM SELESAI. YANG MENINGGAL BELUM DIKEMBALIKAN, SEPERTI YANG DIJANJIKAN!" tulis Trump di akun Truth Social-nya.

Meskipun batas waktu pengembalian jasad sandera telah terlewati, perjanjian gencatan senjata memberikan kelonggaran waktu bagi Hamas untuk menemukan jasad sandera yang tersisa.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Araghchi: Trump Tidak Bisa Disebut Presiden Perdamaian Jika Terus Memprovokasi Perang

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas kebijakan yang dinilainya memprovokasi perang di kawasan Asia Barat.

Menurut Araghchi, Trump tidak dapat mengklaim dirinya sebagai pembawa perdamaian di kawasan tersebut, sementara pada saat yang sama menjalankan kebijakan agresif dan bersekutu dengan pihak-pihak yang disebutnya sebagai penjahat perang.

Mengutip PressTV, dalam unggahan di platform X pada Selasa (14/10/2025), Araghchi menyebut klaim Trump bahwa Iran hampir mengembangkan senjata nuklir sebelum agresi AS-Israel terhadap fasilitas nuklirnya, sebagai kebohongan besar.

Ia menuduh kelompok berkepentingan pro-Israel telah memberi informasi palsu kepada Amerika Serikat.

“Sudah sangat jelas bahwa Presiden AS telah disesatkan dengan informasi palsu, seolah-olah program nuklir damai Iran berada di ambang persenjataan musim semi ini,” kata Araghchi.

“Itu hanyalah KEBOHONGAN BESAR, dan seharusnya dia sudah diberitahu bahwa tidak ada bukti sama sekali, sebagaimana dikonfirmasi oleh komunitas intelijennya sendiri.”

Araghchi juga mengecam keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam serangan udara terhadap kota-kota Iran pada awal tahun ini, yang menewaskan lebih dari 1.000 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

“Bagaimana mungkin bangsa Iran dapat diminta mempercayai tawaran perdamaian yang datang dari tangan yang sama yang membombardir rumah dan kantor di seluruh Iran hanya empat bulan lalu?” katanya.

Baca juga: Ali Khamenei Dilaporkan Cabut Aturan Pembatasan Jangkauan Misil, Iran Kembangkan Rudal Antarbenua?

Ia menegaskan bahwa seseorang tidak dapat disebut Presiden Perdamaian jika pada saat yang sama memprovokasi perang tanpa akhir dan bersekutu dengan para penjahat perang.

Menurut Araghchi, Trump hanya bisa menjadi Presiden Perdamaian atau Presiden Perang, dan tidak mungkin menjadi keduanya sekaligus.

Menteri luar negeri Iran itu juga menyinggung citra Trump sebagai pembawa damai, serta pernyataannya yang berjanji akan menciptakan perdamaian abadi di kawasan Timur Tengah bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Israel Curangi Gencatan Senjata: Rafah Ditutup, Bantuan Dipangkas, Warga Tewas Ditembak

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini