Ringkasan Berita:
- Inilah 10 kereta tercepat di dunia
- China mendominasi daftar dengan 3 kereta unggulannya
- CR450 baru-baru ini viral karena kecepatannya melampaui prediksi
TRIBUNNEWS.COM – Negara-negara di dunia tengah berlomba membangun kereta super cepat yang mampu memangkas waktu tempuh perjalanan secara efisien.
Namun, satu negara kini melesat jauh di depan, yakni China.
Tak hanya satu, China menempatkan tiga kereta cepatnya dalam daftar pemeringkatan kereta cepat berikut ini.
Inilah 10 kereta tercepat di dunia beserta negara asalnya, seperti dilansir interestingengineering.com:
10. Seri KTX – Korea Selatan
Kecepatan tertinggi: 305 km/jam
Berdasarkan teknologi TGV Prancis, kereta KTX Korea Selatan beroperasi hingga 305 km/jam di jaringan kereta cepat nasional.
Varian terbarunya, KTX-Sancheon, yang diperkenalkan pada 2024, memiliki aerodinamika lebih baik, tingkat kebisingan lebih rendah, dan sistem keselamatan yang lebih canggih, meski mempertahankan kecepatan operasional yang sama.
9. Eurostar e320 – Inggris/Prancis
Kecepatan tertinggi: 320 km/jam
Eurostar e320 menghubungkan kota-kota besar seperti London, Paris, dan Brussel melalui Terowongan Channel.
Berdasarkan teknologi Siemens Velaro, kereta ini menjadi generasi terbaru layanan kereta cepat lintas negara di Eropa.
Di Inggris kecepatannya dibatasi oleh infrastruktur, namun dapat mencapai kecepatan penuh di jalur Prancis dan Belgia.
8. ICE 3 – Jerman
Kecepatan tertinggi: 320 km/jam
Baca juga: China Pecahkan Rekor Kereta Tercepat di Dunia, Jarak Jakarta-Bandung Bisa Ditempuh dalam 15 Menit
Keluarga ICE 3 Jerman beroperasi hingga 320 km/jam di jalur berkecepatan tinggi, terutama di rute lintas Prancis.
Seri ini menggunakan sistem traksi terdistribusi dengan motor di seluruh rangkaian, memaksimalkan ruang penumpang dengan menghilangkan gerbong tenaga khusus.
Versi terbaru, ICE 3neo (Kelas 408), mulai beroperasi pada 2024 dengan fasilitas modern seperti penyimpanan sepeda dan interior baru.
Kereta ini dapat mencapai kecepatan hingga 330 km/jam di beberapa jalur berkecepatan tinggi di Jerman.
7. Shinkansen E5/H5 – Jepang
Kecepatan tertinggi: 320 km/jam
Shinkansen seri E5 (Tohoku) dan H5 (Hokkaido) dapat mencapai kecepatan 320 km/jam.
Dengan suspensi aktif dan kemampuan kemiringan bodi hingga 1,5 derajat, kereta ini mampu mempertahankan kecepatan tinggi di tikungan besar tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang.
Inilah alasan mengapa Shinkansen dikenal sebagai sistem kereta cepat paling aman dan tepat waktu di dunia.
Uji coba menunjukkan kemampuan di atas 320 km/jam, tetapi Jepang lebih memprioritaskan kenyamanan, kebisingan, dan dampak lingkungan daripada rekor kecepatan.
6. Talgo 350 – Spanyol
Kecepatan tertinggi: 350 km/jam
Jaringan kereta cepat Spanyol memiliki seri AVE S-103 dan Talgo 350 yang beroperasi hingga 350 km/jam.
Talgo 350, hasil kerja sama Talgo dan Bombardier, mulai beroperasi pada 2005 dan menandai masuknya Spanyol ke era kereta cepat.
Kereta ini memiliki desain aerodinamis khas yang dioptimalkan untuk jalur berkecepatan tinggi di Spanyol, menghubungkan kota besar seperti Barcelona, Madrid, Sevilla, dan Valencia.
Versi terbaru, Talgo AVRIL, dirancang untuk kecepatan lebih tinggi, tetapi dibatasi oleh infrastruktur yang ada.
5. CR400 Fuxing – China
Kecepatan tertinggi: 350 km/jam
Baca juga: Whoosh Jadi Polemik, COO Danantara: Penyelesaian Utang Kereta Cepat Bukan Hal yang Sulit
Platform kereta cepat andalan China saat ini, CR400AF/BF, beroperasi di jaringan kereta cepat terbesar di dunia.
Varian seperti “Blue Dragon” (AF) dan “Golden Phoenix” (BF) memadukan desain aerodinamis canggih dengan sistem traksi, persinyalan, dan kendali kereta buatan dalam negeri.
Dengan jaringan puluhan ribu kilometer dan keandalan tinggi di kecepatan 300–350 km/jam, keluarga Fuxing menjadi tolok ukur global untuk kinerja kereta cepat yang efisien dan terintegrasi.
4. CR450 Fuxing – China
Kecepatan tertinggi: 450 km/jam
Program CR450 merupakan langkah besar bagi perkembangan kereta cepat konvensional dekade ini.
Prototipenya yang diluncurkan awal 2025 menargetkan kecepatan operasional 300 km/jam dengan kecepatan desain 450 km/jam dan telah menjalani uji dinamis di berbagai koridor kereta cepat China.
Jika diperkenalkan sesuai rencana, kereta ini akan menjadi kereta operasional tercepat di dunia.
Laporan awal menyebutkan rangkaian yang lebih ringan, pengereman lebih kuat, serta konsumsi energi yang lebih efisien.
China menargetkan pengoperasian CR450 sekitar tahun 2026–2027, dengan tahap uji coba masih berlangsung hingga 2025.
3. Shanghai Maglev – China
Kecepatan tertinggi: 460 km/jam
Shanghai Maglev masih menjadi layanan penumpang komersial tercepat di dunia.
Kereta ini melaju dengan kecepatan 460 km/jam di jalur sepanjang 30,5 km yang menghubungkan Bandara Internasional Pudong dan Jalan Longyang.
Menggunakan teknologi Transrapid Jerman, rute ini telah beroperasi sejak 2004 dan secara rutin menunjukkan keunggulan levitasi tanpa gesekan (tanpa kontak roda-rel) untuk koneksi jarak pendek berkecepatan tinggi.
Selama uji pra-pembukaan, sistem ini bahkan melampaui 500 km/jam, menunjukkan potensi luar biasa teknologi maglev bila infrastrukturnya dibangun secara khusus.
2. JR SCMaglev Seri L0 – Jepang
Kecepatan tertinggi: 505 km/jam
Baca juga: Kisruh Proyek Kereta Cepat Whoosh, Pakar Minta Pemerintah Tak Lepas Tangan: Harus Ada Komunikasi
Meskipun belum beroperasi secara komersial, Seri L0 SCMaglev Jepang patut disebut karena akan menjadi kereta tercepat di dunia ketika jalur Chuo Shinkansen dibuka pada 2034.
Seri L0 saat ini memegang rekor dunia untuk kereta berawak dengan kecepatan 603 km/jam dan direncanakan beroperasi secara komersial pada kecepatan 505 km/jam.
Sistem levitasi magnetik superkonduktor ini akan memangkas waktu tempuh antara Tokyo dan Osaka menjadi hanya 67 menit, dibandingkan 150 menit pada Tokaido Shinkansen saat ini.
1. TGV (Keluarga POS/Euroduplex) – Prancis
Kecepatan tertinggi: 575 km/jam
Jaringan TGV Prancis beroperasi di koridor LGV (lignes à grande vitesse), dengan platform yang memegang rekor kecepatan dunia untuk roda baja, yakni 574,8 km/jam dari kampanye V150 pada 2007 (menggunakan kereta yang dimodifikasi).
Dalam layanan harian, rangkaian TGV modern (generasi POS dan Euroduplex) beroperasi dengan efisiensi tinggi melalui jaringan koneksi Eropa yang padat—menggambarkan bagaimana desain sistem, catu daya, dan geometri lintasan sama pentingnya dengan kereta itu sendiri.
TGV POS dilengkapi sistem listrik tri-arus yang memungkinkannya beroperasi di berbagai sistem kelistrikan di Prancis, Jerman, dan Swiss.
Kereta ini memiliki daya 9,6 MW di bawah sistem AC 25 kV dan menjadi simbol keahlian teknologi kereta cepat Prancis selama puluhan tahun.
CR450 Fuxing Lampaui Kecepatan Maksimal 450 km/jam
Kereta cepat terbaru China, CR450 Fuxing, mencatat sejarah baru.
Baru-baru ini, CR450 memulai serangkaian uji coba pra-layanan dan berhasil mencapai kecepatan tertinggi 453 km/jam, Xinhua melaporkan.
Seri CR450, yang dirancang untuk kecepatan uji maksimum 450 km/jam dan kecepatan operasi komersial 400 km/jam, saat ini sedang menjalani uji kualifikasi di jalur kereta cepat yang menghubungkan Shanghai di timur dengan Chengdu di barat pedalaman, menurut laporan Science and Technology Daily pada Senin (21/10/2025).
Kereta berkecepatan tinggi ini mampu berakselerasi dari posisi diam hingga 350 km/jam hanya dalam 4 menit 40 detik.
Dalam salah satu uji coba, dua rangkaian CR450 bahkan mencetak rekor dengan saling berpapasan pada kecepatan gabungan 896 km/jam.
Dibandingkan pendahulunya, CR400, seri terbaru ini memiliki moncong lebih panjang dan ramping, garis atap lebih rendah 20 sentimeter, serta bobot yang berkurang 50 ton, sehingga menghasilkan penurunan hambatan aerodinamis hingga 22 persen.
Kereta cepat CR400 Fuxing yang saat ini beroperasi melaju dengan kecepatan komersial 350 km/jam.
Sebelum dapat mengangkut penumpang, CR450 harus menempuh jarak uji sejauh 600.000 kilometer tanpa kendala untuk memperoleh persetujuan operasional penuh.
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia memiliki kereta cepat yang bisa disejajarkan di urutan ke-4 dalam daftar di atas.
Sebab, kereta cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta-Bandung, menggunakan teknologi CR400AF Fuxing, yang memiliki kecepatan desain mencapai 350 km/jam.
Namun, Whoosh dan CR400AF Fuxing tidaklah sama.
Mengutip Instagram @keretacepat_id, si "Komodo Merah" telah dimodifikasi berdasarkan kondisi iklim tempat operasinya yaitu Indonesia.
Desainnya pun, baik eksterior maupun interior, dirancang dengan sentuhan kekayaan alam dan budaya Indonesia, menjadikannya berbeda dari versi aslinya di China.
Rangkaian KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) memiliki nama resmi KCIC400AF, sedangkan kereta inspeksinya dikenal dengan kode KCIC400AF-CIT.
Penamaan tersebut ditetapkan berdasarkan keputusan bersama konsorsium yang menangani proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB).
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan