News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Indonesia Masuk Tiga Besar Negara Pembajak Manga Jepang

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEMBAJAKAN - Situs Authorized Books of Japan (ABJ) yang menghimbau penghentian pembajakan manga Jepang di mana pun. Indonesia tercatat sebagai salah satu dari tiga negara penyumbang terbesar pembajakan manga Jepang di dunia. Berdasarkan laporan Authorized Books of Japan (ABJ) per Juni 2025, aktivitas pembajakan tersebut menyebabkan kerugian besar bagi industri penerbitan Jepang, mencapai 92,3 miliar yen

 

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Indonesia tercatat sebagai salah satu dari tiga negara penyumbang terbesar pembajakan manga Jepang di dunia.

Berdasarkan laporan Authorized Books of Japan (ABJ) per Juni 2025, aktivitas pembajakan tersebut menyebabkan kerugian besar bagi industri penerbitan Jepang, mencapai 92,3 miliar yen.

Selain Indonesia, dua negara lain yang turut menyumbang kerugian terbesar adalah Jepang sendiri dengan 83,4 miliar yen dan Amerika Serikat sebesar 79,1 miliar yen.

Ketiganya menyumbang 36?ri total kerugian global akibat pembajakan manga Jepang.

Menurut survei ABJ—organisasi antipembajakan yang beranggotakan lebih dari 100 perusahaan penerbitan dan operator telekomunikasi Jepang, termasuk Kodansha, Shogakukan, dan LINE Yahoo Japan—kerugian akibat akses ke situs bajakan diperkirakan mencapai 8,5 triliun yen per tahun.

“Jumlah itu setara dengan 12 kali nilai pasar komik di Jepang,” ungkap laporan ABJ di Tokyo.

Baca juga: Pemprov Jakarta Pesan Kereta MRT dari Jepang Senilai Rp1,83 Triliun

Survei ABJ Ungkap 913 Situs Bajakan Manga

Investigasi ABJ dilakukan terhadap 913 situs bajakan yang mempublikasikan manga, novel, dan karya sastra Jepang tanpa izin.

Hasilnya, situs-situs tersebut diakses dari 123 negara dengan total 2,8 miliar kunjungan dan 700 juta jam waktu baca hanya dalam satu bulan.

ABJ memperkirakan, jika setiap kunjungan selama 30 menit dianggap membaca satu buku senilai 500 yen, maka potensi kerugian dari aktivitas “hanya membaca” mencapai 704,8 miliar yen per bulan, atau setara 8,5 triliun yen per tahun.

Bahasa Inggris Dominan di Situs Bajakan

Laporan ABJ juga mencatat bahwa sebagian besar situs bajakan menggunakan bahasa Inggris, diikuti oleh Jepang, Mandarin, Vietnam, Spanyol, dan Rusia.

Fenomena ini menunjukkan tingginya minat pembaca manga lintas negara, terutama di kawasan Asia dan Amerika Serikat, namun disertai lemahnya regulasi antipembajakan di beberapa negara.

Ketua Departemen Hubungan Masyarakat ABJ, Atsushi Ito dari Shueisha, mengatakan bahwa fenomena ini menjadi ancaman serius bagi industri kreatif Jepang.

“Fenomena ‘hanya membaca’ di situs bajakan sebenarnya jauh lebih serius dari yang diperkirakan,” ujarnya.

ABJ mengimbau masyarakat dunia, termasuk Indonesia, untuk mengakses manga secara legal melalui platform resmi demi mendukung keberlanjutan industri kreatif Jepang.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini