News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Hamas Serahkan Jenazah Tawanan Kewarganegaraan Israel-AS dan Tentara IDF

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENYERAHAN JENAZAH TAWANAN - Foto diunduh dari Facebook IDF, Rabu (5/11/2025). Itay Chen, sersan staf yang bertugas di Korps Lapis Baja yang ditempatkan di perbatasan Gaza saat Hamas meluncurkan operasinya pada 7 Oktober 2023. Pada 4 November 2025, Hamas menyerahkan jenazahnya ke Israel.

Selain itu, Hamas telah membebaskan 20 tawanan yang masih hidup pada 10 Oktober lalu.

Penyerahan jenazah Israel tersebut merupakan bagian dari tahap pertama perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang dimulai pada 10 Oktober, sesuai dengan proposal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sekutu Israel.

Sementara itu, WAFA Agency melaporkan setidaknya 68.872 warga Palestina tewas dan 170.677 lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menurut data per 28 Oktober 2025.

Meski gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober lalu, jumlah korban tewas di Jalur Gaza terus meningkat karena banyak korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Israel menyalahkan Hamas atas kematian dan kehancuran di Jalur Gaza, menyebutnya sebagai balasan atas Operasi Banjir Al-Aqsa yang diluncurkan Hamas dan faksi Palestina lainnya pada 7 Oktober 2023.

Hamas dan faksi lainnya menangkap 250 orang setelah membobol pertahanan Israel di perbatasan selatan, sebagai perlawanan terhadap pendudukan Israel di Palestina sejak tahun 1948.

Sekutu Israel, Presiden AS Donald Trump mengusulkan proposal gencatan senjata untuk Israel dan Hamas pada akhir September lalu.

Gencatan senjata itu berlaku pada 10 Oktober setelah diskusi yang ditengahi oleh Mesir dan Qatar dengan partisipasi AS dan Turki di Sharm el-Sheikh, Mesir pada 6-10 Oktober.

Namun, Israel dan Hamas saling tuduh atas pelanggaran gencatan senjata yang membahayakan kelanjutan diskusi tahap kedua.

Sementara itu, diskusi tahap kedua menemui kendala terkait isu sulit seperti usulan pelucutan senjata faksi-faksi Palestina dan pemerintahan di Jalur Gaza.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini