Industri wisata medis India bernilai sekitar US$9 miliar, melayani hingga dua juta pasien asing per tahun.
Pemerintah India juga melonggarkan kebijakan visa medis, mempermudah akses bagi pasien dari berbagai negara.
Rumah sakit di kota-kota seperti Chennai dan Noida memiliki pasien asing hingga separuh dari kapasitas tempat tidurnya.
Hambatan bahasa juga minim karena sebagian besar tenaga medis fasih berbahasa Inggris.
Biaya perawatan di India bisa serendah sepersepuluh dari harga di AS atau Inggris.
Layanan populer mencakup transplantasi sumsum tulang, operasi mata, serta penggantian sendi pinggul.
Di Asian Heart Institute, misalnya, operasi bypass jantung bisa dilakukan dengan biaya kurang dari US$10.000, jauh di bawah tarif di Barat yang mencapai lebih dari US$100.000.
5. Turki
Jumlah pengunjung: 700.000 pasien (2019)
Fokus perawatan: Transplantasi rambut, bedah kosmetik, dan kedokteran gigi
Turki, yang terletak di antara Eropa, Asia, dan Timur Tengah, memiliki sektor wisata medis yang tumbuh pesat.
Negara ini dikenal dengan dokter mata dan ahli bedah kosmetik kelas dunia.
Prosedur mata di sana rata-rata hanya menelan biaya sekitar US$3.000, jauh lebih murah dibanding tarif di negara Barat.
6. Republik Ceko
Jumlah pengunjung: 20.000 pasien (2018)
Fokus perawatan: Kesuburan, oftalmologi, dan bedah plastik
Republik Ceko menjadi pilihan populer di Eropa Tengah berkat layanan berkualitas tinggi dengan biaya lebih terjangkau dibanding Eropa Barat.
Praha kini dikenal tidak hanya sebagai kota indah untuk pensiun dan berbisnis, tetapi juga sebagai pusat perawatan medis seperti pemutihan gigi, terapi kesuburan, dan operasi kosmetik.
Negara ini juga memiliki sistem pajak rendah dan kualitas hidup tinggi, menjadikannya menarik baik untuk pasien medis maupun investor asing.
Baca tanpa iklan