News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Pimpin Amerika Serikat

Shutdown Pemerintah AS Tembus 40 Hari, Ribuan Penerbangan Batal dan Ditunda

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SHUTDOWN PEMERINTAH AS - Shutdown pemerintahan federal AS memicu kacaunya jadwal penerbangan, warga berpenghasilan rendah juga terancam kehilangan bantuan pangan. Penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat (shutdown) yang memasuki hari ke-40 berdampak luas pada sektor penerbangan.

BBC melaporkan, pengurangan kapasitas penerbangan hingga 10 persen diberlakukan di 40 bandara tersibuk di Amerika.

Selain penerbangan komersial, pembatasan juga diberlakukan pada penggunaan jet pribadi demi mengurangi beban lalu lintas udara.

CNN menambahkan, jika shutdown tidak segera berakhir, pengurangan penerbangan bisa mencapai 20 persen pada akhir November, bertepatan dengan musim liburan Thanksgiving — periode perjalanan tersibuk di AS.

“Gangguan besar hampir pasti terjadi jika situasi ini berlanjut,” kata mantan pejabat FAA Dan Elwell kepada CNN.

Para pelancong pun mulai merasakan dampak langsung.

Emmy Holguin, seorang penumpang di Bandara Internasional Miami, mengatakan kepada AP bahwa ia khawatir kehilangan pekerjaannya karena keterlambatan penerbangan pulang dari Republik Dominika.

“Saya berharap pemerintah segera mengurus ini. Kami semua bergantung pada sistem penerbangan ini,” ujarnya.

Sementara itu, perdebatan politik di Washington masih buntu.

Partai Demokrat dan Republik belum menyepakati rancangan anggaran yang dapat membuka kembali pemerintahan.

Baca juga: Bos Maskapai Desak Gedung Putih Akhiri Shutdown, Peringatkan Sistem Penerbangan AS di Ambang Krisis

Shutdown kali ini sudah memecahkan rekor sebagai yang terpanjang dalam sejarah AS.

Menurut data Bipartisan Policy Center, sekitar 730.000 pegawai federal kini bekerja tanpa gaji, sementara 670.000 lainnya dirumahkan.

Kondisi ini bukan hanya memukul sektor transportasi, tetapi juga memperlambat pengiriman barang dan aktivitas ekonomi di seluruh negeri.

“Shutdown ini berdampak pada segalanya — dari penerbangan kargo, pertemuan bisnis, hingga sektor pariwisata,” kata Greg Raiff, CEO Elevate Aviation Group, dikutip dari Al Jazeera.

“Ada efek berantai besar terhadap ekonomi,” tambahnya.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini