News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gelar Pahlawan Nasional

Daftar 5 Diktator Dunia yang Justru Dianggap Pahlawan oleh Rakyatnya

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DIKTATOR DUNIA - Berikut daftar lima diktator dunia yakni (kiri ke kanan): Presiden Korsel 1961-1979, Park Chun Hee; Presiden Rumania 1967-1989, Nicolae Ceausescu; Presiden Filipina 1962-1986, Ferdinand Marcos Sr; Pemimpin Uni Soviet 1920-1953, Joseph Stalin; dan Presiden ke-2 RI, Soeharto. Mereka memiliki berbagai dosa selama memimpin, tetapi justru berujung dianggap pahlawan oleh rakyatnya.

Beberapa lembaga seperti Komisi Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (KontraS) dan Setara Institute membeberkan dosa-dosa Soeharto.

Contohnya adalah peristiwa Penembakan Misterius atau Petrus pada 1981-1985 di mana para orang yang dianggap kriminal akan ditembak mati tanpa adanya proses hukum.

Selanjutnya, adapula peristiwa berdarah Tanjung Priok pada tahun 1984 di mana Soeharto dianggap berperan adanya tindakan represif oleh ABRI (kini TNI) terhadap kelompok Islam. 

Soeharto menganggap kelompok Islam itu harus ditumpas karena masuk dalam golongan ekstremis.

Akibat kebijakannya itu lebih dari 24 orang dilaporkan tewas.

Di akhir masa kepemimpinannya tahun 1998, Soeharto pun dianggap terlibat penculikan dan pembunuhan terhadap puluhan aktivis dan mahasiswa.

Beberapa pelanggaran lain yang dicatat dilakukan Soeharto seperti dugaan terlibat pembunuhan aktivis buruh, Marsinah (1993); pembantaian di Santa Cruz, Dili, Timor Leste; hingga pembredelan media massa serta pemberangusan ormas.

Selain dianggap diktator, Soeharto juga merupakan presiden terkorup di dunia. Menurut catatan Transparency International, Soeharto ditaksir telah menggondol uang negara hingga 15-35 miliar dolar AS.

Kendati beragam dosa telah dilakukan Soeharto selama memimpin, ia baru saja didapuk memperoleh gelar pahlawan nasional.

Namanya bersanding dengan nama-nama lain seperti Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid hingga Marsinah yang diduga dibunuh karena ada keterlibatan dirinya.

Pemberian gelar ini langsung dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (10/11/2025).

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Pravitri)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini