News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Internasional: Jared Kushner dan Netanyahu Bahas Gaza - Trump Temui Presiden Suriah

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Donald Trump dan Jared Kushner; Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy saat mendengar vonis penjara 5 tahun yang diberikan oleh Pengadilan Paris, Kamis (25/9/2025); Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam unggahan di Facebook pada Jumat, 26 September 2025; Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa pada Senin (10/11/2025) waktu setempat di Gedung Putih. Inilah kompilasi berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.

Adapun Sarkozy dinilai pengadilan melakukan pelanggaran karena bersekongkol dengan mantan diktator Libia, Muammar Gaddafi guna membiayai kampanyenya pada pemilihan umum tahun 2007.

Namun demikian, Sarkozy kini telah dibebaskan dari penjara setelah menjalani tiga minggu di tahanan.

Adapun Sarkozy terlihat keluar dari Penjara La Santé di Paris tepat sebelum pukul 15.00 waktu setempat atau kurang dari 1,5 jam setelah pengadilan menyetujui pembebasan awalnya.

Tak lama berselang, ia tiba di kediamannya di kawasan barat Paris.

Selepas dibebaskan dari lapas, Sarkozy pun menyatakan perasaannya melalui media sosial.

"Energi saya kini sepenuhnya difokuskan pada satu tujuan: membuktikan kebenaran saya. Kebenaran akan menang...Akhir dari kisah ini belum tertulis." ungkap sosok suami penyanyi Carla Bruni ini.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Ukraina Bongkar Skema Suap Energi Bernilai 100 Juta Dolar AS, Zelensky Desak Hukuman Pidana

Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU) mengungkap skema suap besar senilai 100 juta dolar Amerika Serikat (AS) yang melibatkan Energoatom.

Energoatom adalah perusahaan energi nuklir milik negara yang menyuplai lebih dari separuh kebutuhan listrik Ukraina.

Dalam pernyataannya pada Senin (10/11/2025), NABU menyebut skema suap ini dijalankan oleh organisasi kriminal tingkat tinggi.

Kelompok tersebut mencakup seorang pengusaha, mantan penasihat menteri energi, kepala keamanan Energoatom, serta empat pegawai lainnya.

Menurut Kepala Detektif NABU Oleksandr Abakumov, kelompok tersebut menguasai seluruh sistem pengadaan di Energoatom.

Baca juga: Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia di Oblast, 37 Drone Berhasil Dicegat Moskow

Mereka memaksa kontraktor membayar suap sebesar 10–15 persen agar bisa mendapatkan kontrak atau menghindari penundaan pembayaran.

“Sekitar 100 juta dolar AS telah mengalir melalui tempat pencucian uang ini,” ujar Abakumov, dikutip dari Al Jazeera.

Penyelidikan NABU menemukan bahwa praktik suap juga terjadi saat pembangunan struktur pelindung di pembangkit listrik tenaga nuklir Khmelnytskyi pada Oktober lalu.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini