News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Akan Beli 100 Jet Tempur Rafale dari Prancis, Ini 3 Keuntungannya

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

UKRAINA BELI RAFALE - Foto yang diunggah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Instagram-nya, memperlihatkan momen penandatanganan surat pernyataan niat (letter of intent) untuk pembelian hingga 100 jet tempur Rafale beserta persenjataannya, Senin (17/11/2025). Implementasi diproyeksikan berlangsung dalam kurun 10 tahun


TRIBUNNEWS.COM -
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Pangkalan Udara Villacoublay, Senin (17/11/2025).

Dilaporkan France24, pertemuan tersebut digelar untuk meneken kesepakatan besar terkait pengadaan perangkat keras pertahanan udara Prancis, termasuk jet tempur Rafale, pesawat tempur utama milik Prancis.

Zelensky dan Macron menandatangani surat pernyataan niat (letter of intent) untuk pembelian hingga 100 jet tempur Rafale beserta persenjataannya, ujar Macron kepada wartawan.

Selain jet tempur, perjanjian ini juga membuka jalan bagi Ukraina untuk memperoleh sistem pertahanan udara SAMP/T generasi baru yang masih dikembangkan, serta radar dan drone.

Macron menyebut perjanjian tersebut akan memperkuat pertahanan Ukraina menghadapi agresi Rusia.

“Kesepakatan ini bertujuan menempatkan keunggulan industri dan teknologi Prancis demi melayani Ukraina dan Eropa,” kata Macron dalam konferensi pers bersama.

TRIBUNNEWS.COM, PERANCIS - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri pameran International Paris Air Show 2023 di Le Bourget, utara Paris, Prancis, Rabu (21/6/2023). (TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI)

Zelensky, yang menyambut kesepakatan tersebut karena juga akan menciptakan lapangan kerja di Ukraina, mengatakan Kyiv mungkin mempertimbangkan produksi bersama Rafale di masa depan.

Surat yang ditandatangani keduanya bukanlah kontrak jual beli final, melainkan pernyataan niat.

Implementasinya diproyeksikan berlangsung dalam kurun sekitar 10 tahun, menurut kantor Macron.

Mengutip United24, berikut tiga keuntungan utama Rafale bagi Ukraina:

1. Apa yang Dibawa Rafale ke Ukraina

Program Rafale dikembangkan oleh Dassault Aviation pada akhir 1970-an, setelah Prancis memutuskan menggabungkan berbagai jenis pesawat militer menjadi satu platform universal yang mampu beroperasi dalam segala kondisi.

Rencana jet tempur gabungan Eropa gagal, sehingga Prancis mengembangkan desain sendiri.

Baca juga: India Pensiunkan Peti Mati Terbang Rusia MiG-21, Ganti dengan Jet Tempur Tejas dan Rafale

Prototipe pertamanya, disebut “Project ACX”, sukses melakukan penerbangan perdana pada 1985.

Setelah sejumlah perubahan desain dan pengujian, versi lebih matang diperkenalkan pada 1990.

Setelah melewati lebih dari satu dekade skeptisisme anggaran dan perdebatan politik, produksi massal Rafale dimulai pada 1998 dan resmi dioperasikan pada awal 2000-an.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini