News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Takut Ditinggal AS, Zelenskyy Beri Sinyal Siap Terima Rencana Damai Usulan Trump

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ZELENSKYY - Foto diunduh dari Facebook Zelensky, Sabtu (27/9/2025), Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mulai memberi sinyal kesediaan mempertimbangkan rencana damai usulan Presiden AS Donald Trump. Zelenskyy mengakui Ukraina berada dalam tekanan terberat sejak invasi 2022, menghadapi risiko kehilangan dukungan AS jika menolak usulan tersebut.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mulai memberi sinyal kesediaan untuk mempertimbangkan rencana perdamaian yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sinyal itu mencuat usai Presiden Zelenskyy mengintensifkan diskusi via telepon dengan Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Angkatan Darat AS Dan Driscoll terkait usulan perdamaian perang Rusia-Ukraina.

Dalam pernyataan resmi, pihak Ukraina menyebut bahwa kedua belah pihak “berhasil membahas banyak detail” dari usulan Amerika untuk mengakhiri perang.

Zelenskyy juga menyatakan bahwa Ukraina akan memperjuangkan sebuah jalan perdamaian yang “bermartabat dan benar-benar efektif untuk mencapai perdamaian abadi”.

Kendati Ukraina belum menyatakan telah menerima rencana perdamaian yang diusulkan Amerika Serikat secara penuh.

Namun perubahan pendekatan diplomatik Kyiv, dari posisi awal yang tegas menolak semua syarat yang dianggap merugikan kini tampak bergerak ke arah dialog yang lebih konstruktif.

Pergeseran sikap ini membuat pihak Washington semakin yakin bahwa Ukraina pada akhirnya akan menyetujui usulan tersebut.

Pemerintah AS menilai sikap terbuka Presiden Volodymyr Zelenskyy dalam pembahasan teknis bersama Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll sebagai sinyal kesediaan Kyiv untuk mempertimbangkan kesepakatan.

Washington melihat perkembangan ini sebagai peluang nyata untuk mendorong tercapainya kerangka perdamaian yang dapat mengakhiri perang lebih dari dua tahun antara Ukraina dan Rusia.

Trump Beri Tenggat Ukraina hingga 27 November

Baca juga: AS Ultimatum Ukraina: Beri Waktu Seminggu Buat Setuju Damai dengan Rusia atau Tak Lagi Dapat Senjata

Pasca pembicaraan digelar, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan batas waktu hingga 27 November 2025 bagi Ukraina untuk menekan proposal perdamaian 28 poin sebagai upaya mengakhiri perang berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia.

Dalam kesempatan itu Trump juga mengancam akan menghentikan dukungan senjata, logistik, dan intelijen terhadap militer Kyiv apabila Ukraina menolak usulan damai tersebut.

Hal itu diumumkan Trump dalam wawancara dengan Fox News Radio, Jumat (21/11/2025) waktu AS.

“Kami pikir 27 November adalah tanggal yang tepat. Tujuan kami satu, yaitu menghentikan pembunuhan,” ujar Trump.

Merespon peringatan yang dikeluarkan Zelenskyy langsung merilis video pidato berdurasi 10 menit yang ditujukan kepada rakyat Ukraina.

Zelenskyy mengakui bahwa tekanan internasional terhadap Kyiv kini berada pada titik paling berat sejak invasi besar-besaran Rusia dimulai pada 2022 silam.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini