Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Pendapatan pajak Jepang untuk pertama kalinya dalam sejarah menembus angka lebih dari 80 triliun yen atau setara Rp8.524.8 Triliun.
"Pada hari ini (26/12/2025) kami menemukan bahwa pendapatan pajak nasional untuk tahun fiskal 2025 akan menjadi sekitar 80,7 triliun yen," ungkap seorang pejabat pemerintah Jepang kepada Tribunnews.com Rabu (26/11/2025).
Angka ini naik sekitar 2,9 triliun yen dibandingkan perkiraan awal pemerintah.
Kenaikan pendapatan pajak didorong oleh meningkatnya upah tenaga kerja serta tingginya laba korporasi.
Baca juga: Departemen Store di Jepang Gelapkan Pajak 390 Juta Yen, Didenda 430 Juta Yen
Pencapaian ini juga menjadikan penerimaan pajak Jepang mencatat rekor baru selama enam tahun berturut-turut.
Dalam rancangan anggaran tambahan tahun fiskal 2025 yang bertujuan mendukung berbagai langkah ekonomi, pemerintah berencana menutup kebutuhan anggaran melalui penerbitan obligasi pemerintah tambahan.
Meski begitu, kebijakan fiskal yang ketat diperkirakan tetap akan dipertahankan.
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan pendapatan pajak dalam anggaran awal 2025 berada di angka 77,819 triliun yen.
Namun realisasi terbaru menunjukkan penerimaan yang melampaui proyeksi tersebut.
Peningkatan terutama terjadi pada pos pajak penghasilan, serta pajak konsumsi yang turut terdongkrak oleh tingginya harga barang.
Namun demikian, pemerintah juga memperhitungkan adanya penurunan penerimaan akibat penghapusan tarif pajak sementara pada bahan bakar bensin.
Sejak Oktober 2025, harga bensin mengalami penurunan dan diperkirakan terus menurun hingga Desember 2025.
Diskusi beasiswa di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan