Trump Tolak Proposal Damai Iran, Tanda Perang AS-Israel Lawan Iran Kembali Menyala
Ringkasan Berita:
- Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik dan menyebutnya “totally unacceptable”.
- Iran memperingatkan akan membalas jika AS kembali menyerang serta menolak tambahan kapal perang asing di Selat Hormuz.
- Netanyahu menegaskan perang belum selesai karena program nuklir dan rudal Iran masih menjadi target.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait penghentian konflik di kawasan Teluk.
Penolakan tersebut memicu kekhawatiran baru akan potensi eskalasi militer di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz.
Di sisi lain, Israel terus mengipasi konflik yang sempat mereda dengan menyebut kalau perang melawan Iran belum berakhir.
Melalui platform Truth Social pada Minggu (10/5), Trump menyebut proposal balasan dari Teheran sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima”.
Baca juga: Detail Rinci Pangkalan Rahasia Israel di Gurun Irak: Unit Komando Siaga Serang Iran
“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut ‘perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya — TOTALLY UNACCEPTABLE!” tulis Trump.
Trump juga menuduh Iran terus “memainkan permainan” terhadap Amerika Serikat dan dunia internasional selama puluhan tahun.
“Iran telah memainkan permainan dengan Amerika Serikat dan seluruh dunia selama 47 tahun. Mereka tidak akan tertawa lagi!” lanjutnya.
Meski menolak proposal Iran, Trump tidak menjelaskan secara rinci isi tawaran terbaru dari Teheran.
Sebelumnya, ia sempat mengatakan konflik dengan Iran bukanlah perang resmi, melainkan operasi militer yang menurutnya telah diakhiri.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan negaranya siap membalas jika terjadi serangan baru dari AS.
Iran juga menolak peningkatan kehadiran kapal perang asing di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dunia.
Sikap Trump turut bertolak belakang dengan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menegaskan bahwa konflik belum berakhir.
Dalam wawancara dengan program “60 Minutes” CBS News, Netanyahu mengatakan masih ada sejumlah target terkait program nuklir Iran yang belum diselesaikan.
Baca tanpa iklan