TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman baru terkait program nuklir Teheran.
Trump menegaskan Washington tidak akan membiarkan Iran memperoleh ataupun memindahkan uranium yang diperkaya, bahkan jika harus menggunakan pengawasan militer berbasis luar angkasa untuk menyerang target di lapangan.
Dalam wawancara dengan program televisi Full Measure yang dikutip Al Jazeera, Trump mengatakan Amerika Serikat telah memantau secara intensif lokasi uranium Iran yang diyakini berada di bawah reruntuhan fasilitas nuklir yang sebelumnya dibombardir.
“Kami akan mendapatkannya kapan pun kami mau. Kami memantaunya sepanjang waktu,” kata Trump.
Presiden AS itu bahkan mengaitkan pengawasan tersebut dengan teknologi militer luar angkasa yang dikembangkan melalui Space Force, cabang militer Amerika Serikat yang fokus pada operasi antariksa.
“Jika seseorang mendekati lokasi itu, kami akan tahu siapa dia, di mana alamatnya, dan kami akan meledakkannya,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut langsung memicu respons keras dari Iran.
Pemerintah Teheran menegaskan bahwa uranium yang diperkaya merupakan bagian dari hak nasional yang tidak bisa disentuh pihak asing.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut uranium yang diperkaya “sama sakralnya dengan tanah Iran” dan tidak akan dipindahkan ke negara mana pun dalam kondisi apa pun.
Baca juga: Rusia Cari Celah di Tengah Perang AS-Iran, Mengapa Putin Menginginkan Uranium Iran?
Pernyataan Baghaei memperlihatkan bahwa isu uranium masih menjadi titik paling sensitif dalam negosiasi antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.
Menurut laporan The New York Times, Amerika Serikat ingin Iran menghentikan pengayaan uranium dan menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya ke luar negeri sebagai bagian dari proposal perdamaian baru.
Namun Iran menolak syarat tersebut karena dianggap melanggar kedaulatan dan hak pengembangan energi nuklir domestik.
Uranium Jadi Jantung Konflik
Perselisihan soal uranium kini menjadi inti pertarungan diplomatik sekaligus militer antara kedua negara.
Iran diketahui memiliki lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya hingga tingkat kemurnian 60 persen.
Baca tanpa iklan