News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rubio dan Witkoff akan Menjamu Delegasi Ukraina di Florida, Bahas Proposal AS-Rusia

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ZELENSKY DAN TRUMP - Gambar diambil dari Facebook The White House, Rabu (16/7/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Zelensky (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) bertemu di Gedung Putih pada 28 Februari 2025. Pada 30 November 2025, delegasi Ukraina pergi ke AS untuk menegosiasikan proposal yang disusun AS-Rusia.

Ringkasan Berita:

  • Delegasi Ukraina terbang ke Florida untuk bertemu dengan perwakilan Presiden Amerika Serikat Trump.
  • Ukraina akan membicarakan tentang proposal perdamaian berisi 28 poin yang disanggah Presiden Ukraina Zelensky.
  • Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1.376.

TRIBUNNEWS.COM - Delegasi Ukraina terbang ke Florida untuk membahas proposal perdamaian baru yang disusun Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Rustem Umerov dan Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Serhiy Kyslytsia yang termasuk dalam rombongan dijadwalkan tiba di sana pada hari ini, Minggu (30/11/2025).

Mereka akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dan utusan khusus Presiden AS Trump, Steve Witkoff.

Sehari sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengumumkan tim negosiatornya sedang dalam perjalanan ke AS untuk tujuan ini. 

Menantu Trump, Jared Kushner, juga akan menghadiri pertemuan tersebut.

"Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina dan kepala delegasi Ukraina Rustem Umerov, bersama dengan tim, sudah dalam perjalanan ke Amerika Serikat," kata Zelenskyy dalam sebuah posting di X, Sabtu (29/11/2025).

Ajudan utama Zelensky, Andriy Yermak absen dari pertemuan itu karena ia telah mengundurkan diri pada hari Jumat setelah lembaga antikorupsi menggeledah apartemennya.

Sementara para pejabat Rusia mengatakan Steve Witkoff berencana untuk melakukan perjalanan ke Moskow minggu depan.

Update Perang Rusia dan Ukraina

Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1.376 pada Minggu (30/11/2025), menandai berlanjutnya konflik panjang yang berawal dari invasi besar-besaran Rusia pada 24 Februari 2022.

Ketegangan antara Rusia–Ukraina berakar sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991, ketika Ukraina menghadapi tarik-menarik antara kedekatan dengan Rusia atau mendekat ke Barat.

Baca juga: Penampakan Kosmodrom Baikonur Rusia di Kazakhstan Hangus Setelah Peluncuran Roket Soyuz

Perselisihan tentang identitas, perbatasan, dan arah politik memperburuk hubungan kedua negara tetangga tersebut.

Ketegangan memuncak setelah Revolusi Maidan 2014 yang menggulingkan presiden pro-Rusia, memberi kesempatan bagi Rusia untuk mencaplok wilayah Krimea dan mendukung separatis di Donbas.

Konflik mencapai puncaknya pada 2022 saat Rusia melancarkan invasi penuh dengan dalih melindungi warga Rusia dan mencegah kedekatan Ukraina dengan NATO.

Ukraina merespons dengan mencari dukungan internasional, terutama dari AS dan NATO.

Minggu ini, Ukraina mengirim delegasi ke AS untuk merundingkan tentang proposal perdamaian, berikut ini perkembangan lainnya:

  • Prancis akan Sambut Kunjungan Zelensky

Sementara tim negosiatornya berunding ke Florida, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berencana mengunjungi Prancis.

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Senin akan menjamu Volodymyr Zelensky untuk berunding di Paris.

The Guardian melaporkan, Prancis kemungkinan akan membahas penerapan sanksi baru terhadap Rusia untuk menguras habis ekonominya.

Kemarin, Menteri Luar Negeri Prancis mengungkapkan bahwa kedua presiden tersebut akan membahas syarat perdamaian perang.

"Kedua pemimpin akan membahas syarat-syarat untuk perdamaian yang adil dan abadi," ujar Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, pada hari Sabtu.

"Kami akan menyambut Presiden Zelensky di Paris pada hari Senin untuk memajukan negosiasi," katanya dalam komentarnya kepada surat kabar La Tribune Dimanche.

"Perdamaian dapat diraih, jika (Presiden Rusia) Vladimir Putin meninggalkan harapannya yang muluk-muluk untuk membangun kembali kekaisaran Soviet dengan terlebih dahulu menaklukkan Ukraina," tambahnya.

Dalam peringatan kepada Moskow, Barrot menambahkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin harus memilih antara menerima syarat perdamaian yang adil atau menerima sanksi.

"Vladimir Putin harus menerima gencatan senjata atau menerima Rusia yang akan dikenai sanksi baru yang akan menguras habis ekonominya, serta dukungan Eropa yang semakin intensif untuk Ukraina," tegasnya.

  • Komentar Andriy Yermak setelah Dipecat Zelensky

Mantan Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, mengomentari pemecatannya dan hubungannya dengan Presiden Zelensky.

Ia menyatakan dirinya akan tetap menganggap Zelensky sebagai temannya setelah pengunduran dirinya.

Dia adalah teman saya sebelum pekerjaan ini dan saya akan menganggapnya seperti itu setelahnya," kata Andriy Yermak kepada Financial Times, Sabtu.

Andriy Yermak mengonfirmasi ia dijadwalkan terbang ke Amerika Serikat pada hari Sabtu untuk berunding dengan perwakilan pemerintahan Presiden Trump mengenai rencana perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia melawan Ukraina.

Ia menyatakan dirinya bertanggung jawab untuk mengembangkan rencana perdamaian AS pertama dengan 28 poin, yang mencakup tuntutan Rusia agar Ukraina menyerahkan wilayah dan meninggalkan keanggotaan NATO.

"Delegasi di bawah pimpinan saya di Jenewa, bersama mitra Amerika kami, berhasil memastikan bahwa dokumen 28 poin tersebut tidak ada lagi," tegas Andriy Yermak.

"Masih ada beberapa poin sulit yang perlu disepakati," tambahnya. 

Ia menjelaskan bahwa masih ada banyak tekanan terhadap Ukraina namun Zelensky tidak akan menyetujui syarat perdamaian yang merugikan negaranya.

"Bagaimanapun, meskipun ada tekanan, presiden tidak akan menandatangani atau menyetujui apa pun yang bertentangan dengan kepentingan Ukraina," kata Andriy Yermak.

Baru-baru ini diketahui bahwa Andriy Yermak tidak ikut serta dalam rombongan delegasi Ukraina ke Florida setelah berita penggeledahan apartemennya terkait dugaan korupsi.

  • 2 Kapal Tanker Dihantam Drone Laut Ukraina 

Seorang pejabat Ukraina melaporkan bahwa drone angkatan laut Ukraina berhasil menghantam dua kapal tanker yang beroperasi di bawah sanksi di Laut Hitam pada hari Sabtu.

Kedua kapal tanker itu dikabarkan bergerak menuju ke pelabuhan Rusia untuk memuat minyak yang ditujukan untuk pasar luar negeri ketika serangan terjadi.

"Kedua kapal tanker minyak, yang diidentifikasi sebagai Kairos dan Virat, kosong dan berlayar ke Novorossiysk, terminal minyak utama Rusia di Laut Hitam," kata pejabat itu.

Serangan terhadap kapal tanker tersebut merupakan jenis serangan yang berbeda.

Selama berbulan-bulan, Ukraina telah menyerang kilang minyak Rusia dan kapal-kapal yang disebut "armada bayangan" yang berlayar untuk kepentingan ekonomi minyak Rusia demi menghindari sanksi.

  • Tuduh Rusia Langgar Perbatasan, Moldova Tutup Wilayah

Moldova menutup wilayah udaranya selama sekitar satu jam semalam setelah serangan pesawat nirawak yang dikecam presidennya pada hari Sabtu.

Negara tetangga Ukraina itu menuduh Rusia terbang melintasi negaranya untuk menyerang Ukraina. 

Awal pekan ini, Moldova mengatakan sebuah pesawat nirawak jatuh di wilayahnya, dengan total enam pesawat nirawak terbang di atas wilayahnya.

Kementerian Pertahanan Moldova mengatakan wilayah udara telah ditutup selama kurang lebih satu jam 10 menit tepat sebelum pukul 23.00 waktu setempat pada hari Jumat.

Tindakan darurat itu diambil setelah dua pesawat nirawak tak dikenal terbang secara ilegal di atas wilayah Moldova, yang mengancam keselamatan penerbangan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini