News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

CIA: Iran Mampu Bertahan Hadapi Blokade Trump selama 3-4 Bulan dan Masih Memiliki 70 Persen Rudal

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Berbeda dengan optimisme Presiden AS Donald Trump mengenai perang yang disebut akan segera berakhir, CIA menilai Iran mampu bertahan menghadapi blokade Amerika setidaknya selama tiga hingga empat bulan, menurut laporan The Washington Post, Kamis (7/5/2026).

Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA membagikan analisis rahasia kepada para pembuat kebijakan yang bertentangan dengan pernyataan publik Trump mengenai kemampuan rudal Iran.

Dalam penilaian tersebut, Iran disebut masih mempertahankan sekitar 70 persen rudalnya dan 75 persen peluncur bergeraknya.

Namun secara terbuka, Trump mengatakan Iran hanya memiliki sekitar 18-19 persen rudal yang tersisa dan mengklaim kemampuan rudal negara itu telah sebagian besar hancur.

Seorang pejabat mengatakan kepada The Washington Post bahwa terdapat bukti Iran mampu memulihkan dan membuka kembali hampir seluruh fasilitas penyimpanan bawah tanahnya, memperbaiki sejumlah rudal yang rusak, bahkan merakit rudal baru yang sebelumnya hampir selesai saat perang dimulai.

Pejabat lain mengatakan kemampuan Iran untuk bertahan menghadapi tekanan ekonomi berkepanjangan ternyata jauh lebih besar daripada perkiraan CIA sekalipun.

Setelah membombardir Iran selama lebih dari sebulan, Trump bulan lalu mengalihkan tekanannya ke blokade pelabuhan negara tersebut.

BLOKADE SELAT HORMUZ - Lalulintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Selat ini menjadi jalur vital bagi lalulintas kapal pengangkut minyak dari produsen-produsen minyak dunia yang berada di kawasan Timur Tengah. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Dengan memblokir seluruh ekspor Iran, khususnya minyak dan gas yang diangkut melalui jalur laut, Trump berupaya menekan pendapatan energi Iran.

Ia berharap tekanan ekonomi tersebut cukup besar untuk memaksa Iran menerima persyaratan Amerika Serikat.

Namun, penilaian CIA menunjukkan Trump kemungkinan meremehkan ketahanan Iran.

Bahkan, laporan itu menyebut pendekatan Trump justru memperkeras posisi Iran.

Baca juga: Arab Saudi Berperan dalam Penangguhan Operasi Project Freedom, Trump Berbohong?

Pejabat kedua mengatakan kepada The Washington Post bahwa kepemimpinan Iran kini menjadi lebih radikal, lebih bertekad, dan semakin yakin bahwa mereka dapat bertahan lebih lama dibanding kemauan politik AS, sekaligus mempertahankan represi domestik untuk menekan perlawanan.

Pejabat itu juga menambahkan bahwa rezim serupa di berbagai negara mampu bertahan selama bertahun-tahun di bawah embargo dan perang udara berkepanjangan.

Selain itu, Trump dinilai mengabaikan upaya Iran untuk mengurangi dampak blokade laut dengan mengalihkan sebagian ekspor minyak dan gas melalui jalur darat.

Pejabat tersebut mengatakan ada keyakinan Iran dapat mulai memindahkan sebagian minyaknya menggunakan jalur kereta api melalui Asia Tengah.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini