Meski demikian, volume ekspor darat diperkirakan tidak akan mampu menyamai kapasitas pengiriman melalui laut.
Gencatan Senjata yang Rapuh
Sementara itu, AS dan Iran saling baku tembak pada Kamis (7/5/2026) malam di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.
Dilansir The Guardian, Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan dua kapal di Selat Hormuz dan menyerang wilayah sipil.
Sementara itu, AS bersikeras serangan tersebut merupakan balasan atas aksi Iran sebelumnya.
Militer AS mengatakan pihaknya menargetkan lokasi yang dianggap bertanggung jawab atas serangan terhadap tiga kapal perusak AS yang melintasi selat tersebut.
Media Iran, Press TV, melaporkan bahwa setelah beberapa jam baku tembak, situasi di pulau-pulau dan kota-kota pesisir Iran di Selat Hormuz kembali normal.
Presiden AS Donald Trump tetap bersikeras bahwa situasi keamanan masih terkendali meskipun terjadi serangan, yang ia gambarkan dalam wawancara dengan ABC News sebagai “sentuhan kasih sayang”.
“Mereka mempermainkan kita hari ini,” kata Trump kepada wartawan saat melakukan kunjungan malam ke Reflecting Pool di Washington DC.
“Kita mengalahkan mereka. Mereka mempermainkan kita. Saya menyebutnya hal sepele.”
Ketika ditanya mengenai peluang mengakhiri konflik melalui negosiasi, Trump mengatakan kesepakatan, “Mungkin tidak akan terjadi, tetapi bisa terjadi kapan saja”.
“Saya percaya mereka menginginkan kesepakatan itu lebih dari saya,” klaim Trump.
Baca juga: Hari ke-70 Perang Iran: Pulau Qeshm Jadi Titik Panas Baru Perang Iran-AS di Selat Hormuz
Harga minyak mentah Brent naik menjadi sekitar 101 dolar AS per barel setelah kabar serangan tersebut muncul.
Sebelum serangan terjadi, sempat muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan perang melalui memorandum satu halaman yang dibagikan lewat Pakistan.
Namun, sejumlah pejabat senior Iran disebut menolak memberikan kesepakatan dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian pihak di Iran bahkan lebih memilih memperpanjang negosiasi hingga mendekati pemilu paruh waktu AS pada November mendatang.
Baca tanpa iklan