TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia–Ukraina telah memasuki hari ke-1.385 pada Selasa (9/12/2025).
Konflik panjang ini berawal dari ketegangan yang tersisa setelah bubarnya Uni Soviet pada 1991.
Sejak Ukraina menyatakan kemerdekaannya, hubungan dengan Moskow tidak pernah sepenuhnya stabil, diselimuti perebutan pengaruh dan saling curiga di ranah politik maupun keamanan.
Puncak friksi muncul pada 2014 ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintah Ukraina yang dianggap dekat dengan Rusia.
Tak lama kemudian, Rusia menganeksasi Krimea dan memberi dukungan kepada kelompok separatis di kawasan Donbas.
Ketegangan tersebut berubah menjadi perang besar pada Februari 2022, saat Rusia melancarkan invasi penuh ke wilayah Ukraina.
Hingga kini, pertempuran masih berlangsung tanpa kejelasan kapan akan berakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan Ukraina masih kekurangan sekitar 800 juta dolar Amerika Serikat (AS) sekitar Rp13,34 triliun untuk pembelian senjata tahun ini.
Konflik yang sebelumnya dipandang sebagai persoalan perebutan wilayah kini berkembang menjadi pertarungan kepentingan geopolitik, persaingan narasi kekuatan global, serta taruhan masa depan tatanan keamanan internasional.
Sejumlah analis menilai akar permasalahan sangat rumit, sehingga jalan menuju perdamaian masih tampak jauh dan penuh rintangan.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina pada hari ke-1.385 pada Selasa (9/12/2025):
Baca juga: Rusia Serang Ukraina Semalaman, Pemanas dan Air Buat Ribuan Rumah Terputus di Musim Dingin
1. Tentara Rusia Dipenjara atas Pembunuhan Relawan AS
Tiga tentara Rusia dijatuhi hukuman penjara hingga 12 tahun pada Senin (8/12/2025), The Guardian melaporkan.
Mereka terbukti menyiksa dan membunuh Russell Bentley, warga negara AS berusia 63 tahun.
Bentley dikenal sebagai relawan yang berperang untuk Rusia melawan Ukraina.
Baca tanpa iklan