TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan optimis akan mengungkap rencana perdamaian yang direvisi dengan Amerika Serikat (AS) pada Selasa (9/12/2025).
Ukraina mendapat tekanan dari AS untuk menyetujui proposal perdamaian yang didukung AS dengan tujuan mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Proposal tersebut sebelumnya terdiri dari 28 poin yang dipandang lebih menguntungkan Rusia.
Setelah direvisi, kini hanya tersisa 20 poin dalam proposal tersebut.
Di antara poin tersebut, Zelensky menegaskan belum ada kesepakatan mengenai penyerahan wilayah Ukraina kepada Rusia.
"Semangat Amerika, pada prinsipnya, adalah untuk menemukan kompromi. Tentu saja, ada isu-isu kompleks terkait wilayah tersebut, dan kompromi belum ditemukan di sana," ujar Zelensky pada Senin (8/12/2025).
Presiden berusia 47 tahun itu berulang kali menegaskan Ukraina tidak akan menyerahkan wilayahnya.
Pernyataan Zelensky muncul setelah ia bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Friedrich Merz di London pada Senin.
"Mereka menekankan perlunya perdamaian yang adil dan abadi di Ukraina, yang mencakup jaminan keamanan yang kuat," kata juru bicara perdana menteri Inggris mengenai pertemuan itu.
Mereka kemudian menelepon para pemimpin lainnya di Eropa dan memberi tahu hasil pertemuan dengan Zelensky.
Semua sepakat untuk meningkatkan dukungan bagi Ukraina dan memperkuat tekanan ekonomi terhadap Putin.
Baca juga: Kunjungi Moscow, Menperin Agus Gumiwang Pacu Kolaborasi Teknologi dan Manufaktur dengan Rusia
Macron mengatakan di platform media sosial X bahwa Ukraina dapat mengandalkan dukungan Eropa untuk perdamaian yang adil dan abadi, menyoroti sanksi baru Eropa dan AS terhadap Rusia, lapor Anadolu Agency.
Pertemuan dadakan tersebut terjadi tak lama setelah delegasi Ukraina berunding dengan AS di Florida.
Dalam pertemuan itu, para pemimpin Eropa menegaskan dukungannya untuk Ukraina dan memperkuat posisinya.
Zelensky Temui Sekjen NATO dan Pejabat Uni Eropa
Setelah bertemu para pemimpin Eropa, Zelensky terbang ke Brussels untuk menemui para pejabat Uni Eropa dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Baca tanpa iklan