TRIBUNNEWS.COM - Penembakan massal terjadi di Universitas Brown, Rhode Island, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (13/12/2025) sore waktu setempat.
Dikutip dari ABC News, penembakan mengakibatkan dua orang tewas dan delapan orang mengalami luka kritis.
Polisi menyebut insiden ini berawal ketika polisi menerima panggilan darurat dari Universitas Brown pada pukul 16.05 waktu setempat.
Adapun panggilan darurat itu terkait penembakan di Gedung Teknik dan Fisika Universitas Brown.
"Ada penembak aktif di dekat Barus dan Holley Engineering. Kunci pintu, matikan telepon dan tetap bersembunyi hingga pemberitahuan lebih lanjut," bunyi laporan itu.
Baca juga: Penembakan Massal saat Acara Keluarga di California: 4 Orang Tewas, 10 Luka-luka
Polisi mengungkapkan pihaknya belum mengetahui pelaku bisa masuk ke area kampus. Namun, menurut saksi, pelaku terlihat melarikan diri setelah melakukan penembakan keluar kampus.
Sementara, Wakil Rektor Universitas Brown, Francis J Doyle III, mengatakan insiden penembakan terjadi saat para mahasiswa tengah menjalani ujian akhir.
"Kami mengetahui bahwa ujian akhir sedang berlangsung di gedung tersebut antara pukul 2 hingga 5 sore," katanya.
Ciri-ciri Pelaku: Berpakaian Serba Hitam
Wakil Kepala Kepolisian Rhode Island, Tim O'Hara, mengungkapkan pelaku penembakan memiliki ciri-ciri berpakaian serba hitam.
Kini, dia sudah ditetapkan menjadi tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Kami menggunaka semua sumber daya yang tersedia untuk menemukan tersangka ini. Jangan datang ke area tersebut," ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu malam.
Namun, meski sudah ditetapkan tersangka, polisi mengaku belum memiliki sketsa wajah dari pelaku.
Jadi Atensi Donald Trump
Insiden penembakan ini menjadi atensi dari Presiden AS, Donald Trump.
Dikutip dari NBC, Trump menyebut telah memberikan arahan langsung terhadap kepolisian dan FBI terkait penyelidikan penembakan tersebut.
"Saya telah mendapat penjelasan lengkap mengenai situasi di Universitas Brown," kata Trump di Gedung Putih.
Baca tanpa iklan