TRIBUNNEWS.COM - Militer Thailand tengah mempertimbangkan rencana untuk memblokir ekspor bahan bakar (BBM) ke Kamboja menyusul eskalasi pertempuran di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan.
Langkah ini menepis pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang mengklaim bahwa kedua pihak telah menyetujui gencatan senjata baru.
Adapun pertimbangan untuk memblokir pasokan BBM ini dilatarbelakangi oleh eskalasi konflik bersenjata di wilayah perbatasan antara Thailand dan Kamboja.
Situasi memburuk pada awal pekan ini, ketika pertempuran kembali pecah dan meluas hingga ke wilayah pesisir.
Thailand menuduh Kamboja menembakkan roket dan artileri ke wilayah sipil, sedangkan Kamboja menuding Thailand menggunakan jet tempur dan menyerang infrastruktur non-militer.
Akibat bentrokan tersebut, korban jiwa terus bertambah. Pemerintah Thailand melaporkan sedikitnya 16 tentara dan 10 warga sipil tewas, dengan ratusan lainnya terluka.
Dalam kondisi tegang, militer Thailand ingin mengurangi kemampuan logistik lawan dengan membatasi pasokan energi yang sangat penting bagi operasi militer dan ekonomi Kamboja.
Untuk merealisasikan pemblokiran BBM, Komandan militer Thailand telah membahas rencana ini termasuk meminta angkatan laut untuk meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang membawa pasokan strategis.
Tak hanya itu militer Thailand juga menetapkan zona maritim dekat pelabuhan Kamboja sebagai “berisiko tinggi”.
Belum ada perintah resmi yang dikeluarkan, namun isu ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat keamanan nasional.
Data Pasokan BBM Thailand ke Kamboja
Baca juga: Militer Kerajaan Thailand Bantah Klaim Donald Trump soal Gencatan Senjata
Menurut data terbaru dari Kementerian Energi Thailand, ekspor minyak Thailand ke Kamboja telah dihentikan sejak Juni 2025 sebagai respons awal terhadap ketegangan yang meningkat.
Namun data tahunan menunjukkan bahwa pada tahun sebelumnya (2024) Thailand mengekspor sekitar 2,2 miliar liter BBM ke Kamboja mencakup berbagai jenis bahan bakar seperti bensin, diesel, dan produk minyak lainnya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa BBM dari Thailand merupakan bagian signifikan dari kebutuhan energi Kamboja, meskipun Kamboja juga mengimpor dari negara lain seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Jika ekspor BBM benar-benar diblokir, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Kamboja, tetapi juga oleh perekonomian Thailand.
Kamboja merupakan salah satu pasar ekspor BBM utama Thailand, dengan BBM menyumbang puluhan persen dari total ekspor energi negara tersebut.
Baca tanpa iklan