News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Suriah

Nasib Presiden Terguling Suriah Bashar al-Assad di Rusia: Dicueki Putin Tapi Tetap Bisa Hidup Mewah

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PELUKAN - Dalam foto tanggal 20 November 2017 ini, Presiden Rusia Vladimir Putin, kiri, memeluk Bashar Assad sebelum terguling dari kursi kepresidenan Suriah. Pelukan ini terjadi di kediaman Bocharov Ruchei di resor Laut Hitam Sochi, Rusia.

Assad telah mempelajari bahasa Rusia dan mengikuti kursus penyegaran di bidang oftalmologi, profesi yang ia pelajari di London dan praktikkan di Damaskus sebelum terjun ke dunia politik.

“Ini adalah hobinya, dia jelas tidak membutuhkan uang,” kata seorang teman keluarga kepada The Guardian, yang menyiratkan bahwa calon kliennya itu bisa jadi anggota elite Moskow yang kaya raya.

Bashar al-Assad bersama istrinya, Asmaa. (khaberni/HO)

Tak Bisa Berpolitik

Assad dilaporkan berupaya memberikan wawancara kepada jaringan RT yang didukung Kremlin dan seorang podcaster sayap kanan terkemuka Amerika Serikat (AS), tetapi belum mendapatkan izin.

Duta Besar Rusia untuk Irak, Elbrus Kutrashev, mengatakan kepada media Irak pada bulan November bahwa mantan pemimpin Suriah itu dilarang terlibat dalam aktivitas politik atau media apa pun.

“Assad boleh tinggal di sini tetapi tidak dapat terlibat dalam kegiatan politik… Dia tidak berhak terlibat dalam kegiatan media atau politik apa pun. Apakah Anda pernah mendengar kabar darinya? Anda belum, karena dia tidak diizinkan — tetapi dia aman dan masih hidup,” kata Kutrashev.

Istri dan putra-putra Assad telah melakukan beberapa perjalanan dari Moskow ke Uni Emirat Arab (UEA), negara yang sering mereka kunjungi saat masih berkuasa.

Menurut teman keluarga tersebut, keluarga itu awalnya berharap untuk pindah secara permanen ke sana dari Moskow, mengingat kendala bahasa dan isolasi yang mereka hadapi di Rusia.

Namun, bahkan UEA pun untuk saat ini enggan menerima Assad, seperti yang dilaporkan The Guardian.

 

(oln/tmt/tg/*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini