News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Serangan Pesawat Tak Berawak Tewaskan 104 Warga Sipil di Kordofan, Sudan

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Salma Fenty
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KRISIS SUDAN. Serangan drone di Kordofan, Sudan menewaskan 104 warga sipil, termasuk anak-anak, menyerang rumah sakit dan taman kanak-kanak, memicu krisis kemanusiaan parah dengan ribuan pengungsi.

 

TRIBUNNEWS.COM - Serangan pesawat tak berawak menewaskan sedikitnya 104 warga sipil di Kordofan, Sudan.

Insiden ini terjadi saat pertempuran antara faksi militer yang bersaing memanas dalam perang saudara yang berlangsung sejak April 2023, lapor Al Jazeera dan Yahoo News.

Serangan mematikan sejak awal Desember terjadi di Kalogi, Kordofan Selatan, menimpa taman kanak-kanak dan rumah sakit.

Sebanyak 89 korban tewas, termasuk 43 anak-anak dan delapan perempuan.

Kepala hak asasi manusia PBB, Volker Turk, memperingatkan serangan terhadap fasilitas medis melanggar hukum humaniter internasional.

Enam pasukan penjaga perdamaian Bangladesh tewas saat pesawat tak berawak menghantam pangkalan mereka di Kadugli pada 13 Desember.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB), Antonio Guterres mengecam serangan tersebut.

Guterres menyatakan bahwa menargetkan pasukan penjaga perdamaian dapat tergolong kejahatan perang.

Selain itu, Rumah Sakit Militer Dilling diserang sehari kemudian.

Insiden tersebut menewaskan sembilan orang dan melukai 17 lainnya, termasuk staf medis, menurut Jaringan Dokter Sudan.

Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) menuding Pasukan Pendukung Cepat (RSF) sebagai pelaku, meski RSF belum memberikan respons resmi.

Baca juga: Perang di Sudan Terus Berkecamuk, Niat Baik RSF untuk Berdamai Diragukan

Konflik juga memicu krisis kemanusiaan yang parah.

Menteri Kesehatan Kordofan Utara, Iman Malik, melaporkan 13.609 kasus kolera dan 730 infeksi demam berdarah.

Sekitar 30 persen fasilitas kesehatan tidak berfungsi, sementara lebih dari 40.000 warga mengungsi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini