Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Putri Aiko, putri tunggal Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako, untuk pertama kalinya menjalani acara resmi secara mandiri dalam tradisi Kekaisaran Jepang.
Ia memimpin Kamogari Settai, jamuan berburu bebek tradisional yang sarat nilai budaya dan diplomasi.
Acara tersebut digelar di Kamoba, area perburuan bebek di Kota Koshigaya, Prefektur Saitama, Selasa (18/12/2025).
Dalam kesempatan itu, Putri Aiko menjamu para duta besar dari 16 negara, menandai debut pentingnya di panggung publik kekaisaran.
Baca juga: Kunjungan Putri Aiko ke Kuil Besar Ise Jingu Jadi Sorotan, Benar-benar Keturunan Dewa Matahari
Debut Perdana Putri Aiko di Acara Resmi Kekaisaran
Pada percobaan pertama pelepasan bebek, Putri Aiko sempat belum berhasil melakukannya dengan sempurna.
Namun, pada percobaan berikutnya, ia berhasil melepas bebek dengan lancar.
Keberhasilan tersebut disambut tepuk tangan para duta besar yang hadir.
Putri Aiko membalasnya dengan senyum hangat, menciptakan suasana akrab dalam prosesi resmi yang biasanya berlangsung formal.
Momen Tak Terduga Saat Pelepasan Bebek
Dalam prosesi tersebut, terjadi momen tak terduga yang mencairkan suasana.
Seekor bebek yang telah dilepaskan justru tidak menjauh dan terus berada di dekat Putri Aiko.
Putri Aiko tampak kebingungan dan meminta bantuan dengan ekspresi terkejut.
Seorang tamu undangan bahkan berkelakar bahwa bebek tersebut enggan pergi karena “menyukai Putri Aiko”.
Peristiwa spontan ini menambah kesan hangat dan humanis dalam acara resmi Kekaisaran Jepang, sekaligus menarik perhatian para tamu asing.
Penampilan perdana Putri Aiko dalam acara resmi ini dinilai sebagai langkah penting dalam peran publiknya sebagai anggota Keluarga Kekaisaran Jepang.
Baca tanpa iklan