News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Thailand Vs Kamboja

Imigrasi Thailand Perketat Screening Turis Eropa Timur, Antisipasi Tentara Bayaran Pesanan Kamboja

Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KONFLIK THAILAND-KAMBOJA - Foto yang diabadikan pada 14 Agustus 2025 ini menunjukkan kawat berduri dan tumpukan ban yang dipasang angkatan bersenjata Thailand di Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja. (Xinhua/Agence Kampuchea Presse) Pihak Kedutaan Rusia mengaku telah mencatat laporan yang beredar di sejumlah media Thailand yang menduga kemungkinan keterlibatan warga negara Rusia sebagai tentara bayaran yang direkrut pihak Kamboja untuk berpartisipasi dalam konflik perbatasan Thailand-Kamboja.

TRIBUNNEWS.COM - Efek dari memanasnya konflik di perbatasan Kamboja mulai merembet ke berbagai sektor di Thailand termasuk di dunia penerbangan.

Hal ini bisa terlihat dari langkah terbaru dari pemerintah Thailand untuk memerketat proses pemeriksaan dokumen atau screening dari sejumlah turis asing yang hendak masuk ke Negeri Gajah Putih tersebut lewat jalur udara.

Adapun kebijakan ini mulai efektif diberlakukan pada Senin lalu (15/12/2025) di sejumlah bandar udara di Thailand.

"Tindakan peningkatan keamanan terutama diberlakukan di bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, Chiang Mai, Phuket, dan Hat Yai" ungkap juru bicara Biro Imigrasi, Mayor Jenderal Choengron Rimpadee seperti yang dikutip dari Bangkok Post.

Langkah ini sendiri diambil menyusul laporan intelijen Thailand yang menyebutkan bahwa mata-mata dan tentara bayaran Kamboja diduga menyusup ke wilayah Thailand untuk melakukan sabotase di berbagai wilayah dalam negeri.

Keputusan ini diambil setelah Perdana Menteri Anutin Charnvirakul pada hari Senin lalu juga menggelar pertemuan darurat dengan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Chatchai Bangchuad di Gedung Pemerintah untuk membahas eskalasi di perbatasan Thailand-Kamboja, termasuk laporan tentang kegiatan spionase dan tentara bayaran.

Choengron membenarkan pernyataan tersebut dan mengatakan bahwa pihaknya telah diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap turis yang diduga ikut menjadi bagian dari militer Kamboja tersebut

Salah satu kelompok yang ikut menjadi sasaran screening ketat dari petugas imigrasi Thailand tegas Choengron adalah para penumpang yang berasal dari Eropa Timur dan Asia Utara.

Intelijen Thailand melaporkan bahwa ada potensi tinggi bahwa penumpang dari negara-negara yang berbatasan dengan Rusia ini direkrut sebagai tentara bayaran atau bahkan sebagai mata-mata oleh pihak Kamboja.

"Hal ini dilakukan karena ada kemungkinan bahwa warga asing menyalahgunakan skema masuk bebas visa untuk menjalankan operasi yang mengancam keamanan Thailand," ungkap Choengron yang juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Biro Imigrasi Thailand tersebut.

Selain menargetkan turis dari negara-negara Eropa Timur atau Asia Utara, Choengron juga menyebut pihak imigrasi untuk memerketat screening  bagi  seluruh warga negara Kamboja yang memasuki Thailand melalui skema bebas visa.

Secara logika, Choengron menilai warga Kamboja yang datang ke Kamboja tanpa dasar kepentingan atau urgensi yang kuat untuk masuk ke Thailand seperti berwisata adalah hal yang tidak masuk akal.

Baca juga: Konflik Thailand-Kamboja Meluas ke Laos, Seruan Gencatan Senjata Trump Cuma Omong Kosong?

"Sangat tidak mungkin warga Kamboja datang ke sini untuk tujuan pariwisata pada saat kondisi seperti ini," lanjut Choengron.

Namun demikian, Choengron menegaskan bahwa bagi warga Kamboja yang memang memiliki urgensi tinggi, seperti memiliki kegiatan bisnis yang sah di Thailand, maka mereka masih bisa masuk ke Thailand tanpa kendala berarti.

Hanya saja, warga Kamboja tersebut diwajibkan mengajukan visa yang sesuai melalui kedutaan Thailand di luar negeri untuk memastikan pemeriksaan yang tepat sebelum keberangkatan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini