Kebijakan penghematan yang menyertai program IMF dinilai membatasi ruang fiskal pemerintah untuk berinvestasi pada sektor sosial dan ekonomi yang berpotensi menciptakan lapangan kerja.
Meski upah bulanan rata-rata meningkat dari Rs24.028 pada 2020–2021 menjadi Rs39.042 pada 2024–2025, kenaikan tersebut dinilai belum mampu mengimbangi dampak pengangguran yang meluas dan meningkatnya ketidakamanan ekonomi masyarakat.
Pengamat menilai Pakistan kini menghadapi dilema klasik antara pengeluaran pertahanan dan kesejahteraan ekonomi.
Tanpa pergeseran prioritas menuju investasi pada pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, pelatihan kejuruan, inovasi industri, dan infrastruktur produktif, Pakistan disebut berisiko terjebak dalam siklus pengangguran.
Baca tanpa iklan