News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Libya Berduka: Panglima Militer dan Rombongan Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Sepulang dari Turki

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LIBYA BERDUKA - Tangkap layar YouTube Al Jazeera English, memperlihatkan panglima militer Libya Jenderal Muhammad Ali Ahmad al-Haddad. Ia dan rombongan tewas dalam kecelakaan pesawat saat akan kembali setelah kunjungan Turki, Selasa (23/12/2025)

Sebelumnya pada Selasa malam, pengatur lalu lintas udara Turki mengatakan mereka kehilangan kontak dengan pesawat tersebut yang sedang dalam perjalanan kembali ke Libya, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Esenboğa, Ankara.

Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, mengatakan dalam unggahan di media sosial bahwa pesawat lepas landas pukul 20.30 waktu setempat dan kontak terputus sekitar 40 menit kemudian.

Menurut Yerlikaya, pesawat sempat mengirimkan sinyal pendaratan darurat di dekat Haymana sebelum seluruh komunikasi terputus.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Turki, Burhanettin Duran, mengatakan pesawat telah memberi tahu pengatur lalu lintas udara mengenai adanya gangguan listrik dan meminta izin untuk melakukan pendaratan darurat.

Pesawat tersebut kemudian diarahkan kembali ke Bandara Esenboğa, di mana persiapan pendaratan darurat mulai dilakukan.

Namun, pesawat menghilang dari radar saat dalam proses penurunan untuk pendaratan darurat, kata Duran.

Rekaman kamera keamanan yang ditayangkan di stasiun televisi lokal memperlihatkan langit malam di atas Haymana tiba-tiba diterangi cahaya yang diduga berasal dari ledakan.

Selama berada di Ankara, al-Haddad sempat bertemu dengan Menteri Pertahanan Turki Yaşar Güler serta sejumlah pejabat lainnya.

Bandara di Ankara sempat ditutup sementara, dan beberapa penerbangan dialihkan ke bandara lain.

Kementerian Kehakiman Turki menyatakan empat jaksa telah ditugaskan untuk menyelidiki kecelakaan tersebut, sebagaimana prosedur dalam insiden serupa.

Menurut pernyataan pemerintah di Facebook, Libya akan mengirim tim ke Ankara untuk bekerja sama dengan otoritas Turki dalam penyelidikan kecelakaan tersebut.

Situasi di Libya

Baca juga: Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy Divonis 5 Tahun Penjara terkait Kasus Kolusi dengan Libya

Kontributor Al Jazeera, Malik Traina, yang melaporkan dari Tripoli, menyebut kematian al-Haddad sebagai “kerugian besar” bagi militer Libya.

Ia mengatakan terjadi “curahan duka cita” dari berbagai wilayah di Libya, termasuk dari pemerintahan saingan di Benghazi, wilayah timur negara itu.

Komandan Libya Timur, Khalifa Haftar, turut menyampaikan belasungkawa atas kehilangan tragis tersebut.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat di Benghazi juga menyampaikan simpati kepada keluarga al-Haddad dan seluruh anggota delegasi yang tewas.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini