News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jepang Temukan Cadangan Rare Earth Raksasa di Laut Dalam Minami Torishima

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pulau Marcus di kepulauan Minami Torishima (Wikipedia)

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Jepang kian memperkuat posisinya dalam peta geopolitik sumber daya global setelah menemukan cadangan rare earth (logam tanah jarang) dalam jumlah sangat besar di dasar laut sekitar Minami Torishima (Pulau Marcus), wilayah paling timur Jepang. Terletak sekitar ±1.950 km tenggara pusat Tokyo di laut lepas Pasifik.

Proyek ini akan dilakukan di zona ekonomi eksklusif (EEZ) Jepang dan diklaim sebagai inisiatif pertama di dunia untuk menambang lumpur rare earth dari dasar laut secara serius.

Uji coba tersebut dijalankan oleh tim proyek pemerintah dalam kerangka Strategic Innovation Promotion Program (SIP). Menurut SIP, kapal riset milik Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology, yakni Chikyu, akan berlabuh di perairan lepas Minami Torishima mulai tanggal 11 bulan depan selama sekitar 20 hari.

Dalam periode tersebut, tim peneliti akan menurunkan pipa hingga kedalaman sekitar 6.000 meter untuk mengambil lumpur dasar laut yang kaya unsur rare earth.

Tema leader pengembangan teknologi produksi rare earth SIP, Yoshihisa Kawamura, mengatakan pengambilan endapan sedimen bertekstur seperti tanah liat dari laut dalam ini merupakan tantangan teknologi yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Baca juga: DMO Emas Jadi Prioritas, Hilirisasi Logam Mulia Perkuat Kedaulatan Mineral Indonesia

“Mengambil sedimen lumpur yang mengandung rare earth dalam jumlah besar dari dasar laut adalah upaya yang benar-benar pertama di dunia,” ujarnya Selasa (23/12/2025).

Cadangan tersebut berupa “rare earth mud” atau lumpur laut dalam yang kaya unsur tanah jarang, ditemukan di kedalaman sekitar 4.000–6.000 meter di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. 

Unsur-unsur ini sangat vital bagi industri strategis, mulai dari kendaraan listrik (EV), turbin angin, semikonduktor, hingga peralatan militer berteknologi tinggi.

Potensi Ratusan Tahun Kebutuhan Dunia

Hasil penelitian para ilmuwan Jepang menunjukkan kandungan rare earth di wilayah ini mencapai ribuan ppm, jauh lebih tinggi dibandingkan tambang darat konvensional. Beberapa studi memperkirakan total cadangan di sekitar Minami Torishima dapat mencapai lebih dari 16 juta ton dalam satuan rare earth oxide, yang disebut-sebut cukup untuk memenuhi kebutuhan global selama ratusan tahun.

Menariknya, lumpur tersebut juga kaya rare earth berat (heavy rare earth) seperti dysprosium dan terbium, yang selama ini sangat sulit diperoleh dan didominasi pasokannya oleh China.

Uji Coba Penambangan Dimulai 2026

Pemerintah Jepang bersama lembaga riset dan industri menargetkan uji coba penambangan laut dalam pada 2026. Proyek ini akan menguji teknologi penghisapan dan pengangkatan lumpur dari dasar laut ke permukaan, sekaligus mengevaluasi dampak lingkungan.

Badan-badan seperti Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC) dan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC) berperan penting dalam riset dan pengembangan teknologi tersebut.

Kurangi Ketergantungan pada China

Secara strategis, penemuan ini dinilai sangat penting bagi Jepang dan negara-negara sekutunya. Selama ini, lebih dari 60 persen pasokan rare earth dunia dikuasai China, menjadikannya instrumen geopolitik yang sensitif.

Dengan memanfaatkan cadangan di Minami Torishima, Jepang berharap dapat mengamankan rantai pasok nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menjadi pemasok alternatif bagi mitra internasional, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara sekutu di kawasan Indo-Pasifik.

Tantangan Lingkungan Tetap Jadi Sorotan
Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini