News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur Nyatakan Najib Razak Bersalah dalam Kasus 1MDB

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SKANDAL 1MBD - Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak tiba untuk konferensi pers di pengadilan federal di Putrajaya pada 16 Agustus 2022. Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menyatakan Najib Razak bersalah dalam kasus 1MDB. Vonis hukuman belum dibacakan hakim. (Foto arsip 2022/Mohd RASFAN / AFP)

Meski telah meminta maaf atas salah kelola skandal 1MDB, Najib tetap membantah mengetahui adanya transfer dana ilegal ke rekening pribadinya.

Ia juga mengklaim telah disesatkan oleh para penasihatnya, termasuk pengusaha buronan Jho Low yang disebut sebagai dalang utama skandal tersebut.

Apa Itu Skandal 1MDB?

Skandal 1MDB adalah kasus korupsi besar yang melibatkan 1Malaysia Development Berhad (1MDB), dana kekayaan negara Malaysia, dan disebut sebagai salah satu skandal keuangan terbesar di dunia.

1MDB didirikan pada 2009 oleh pemerintah Malaysia untuk mendorong pembangunan lewat investasi dan kemitraan internasional.

Saat itu, Najib Razak menjabat Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan dan ketua dewan penasihat 1MDB.

Penyelidik di Malaysia dan berbagai negara menemukan bahwa sekitar US$4,5 miliar dana 1MDB diduga disalahgunakan dan dialihkan ke rekening pribadi, perusahaan cangkang, serta untuk membeli aset mewah.

Dana digunakan untuk membeli:

  • Properti mewah dan perhiasan
  • Superyacht Equanimity
  • Karya seni mahal
  • Membiayai film The Wolf of Wall Street

Siapa saja yang terlibat?

Najib Razak menjadi tokoh utama kasus ini.

Baca juga: Eks PM Malaysia Najib Razak Dituntut 20 Tahun Penjara Terkait Korupsi Rp 7,7 Triliun Skandal 1MBD

Tokoh lain adalah Low Taek Jho (Jho Low), pengusaha Malaysia yang dituding sebagai dalang dan kini masih buron.

Kasus 1MDB melibatkan lintas negara, termasuk Amerika Serikat, Swiss, dan Singapura, serta menyeret bank-bank internasional.

Skandal ini ikut menjatuhkan Najib dalam Pemilu Malaysia 2018.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini