Lima Pemimpin yang Diratapi Brigade Al-Qassam, Apa Peran Mereka?
TRIBUNNEWS.COM - Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer gerakan pembebasan Palestina, Hamas, punya juru bicara baru setelah secara resmi mengakui gugurnya juru bicara lama mereka, Abu Ubaidah.
Juru bicara tersebut, “Abu Obaida yang baru" muncul pada Senin (29/12/2025) setelah selama 21 tahun ini diwakili oleh Abu Obaida yang lama.
Baca juga: Hamas Akhirnya Akui Kematian Abu Obaida: Tunjuk Juru Bicara Militer Baru, Kenapa Baru Sekarang?
Sosok baru muncul mengenakan kuniyah yang sama, mengenakan topeng yang juga sama dan telah lama menjadi simbol suara perlawanan Palestina.
Abu Obaida baru itu muncul dalam video berdurasi 22 menit, menyampaikan sejumlah pesan perlawanan, termasuk tanggung jawab mereka melaksanakan gencatan senjata yang selama 80 hari ini terus menerus dilanggar Israel.
Ketua Institut Studi Palestina, Rami Asy-Syaqrah, menilai kemunculan juru bicara baru ini sebagai sinyal kuat bahwa Al-Qassam telah merampungkan penataan organisasinya.
“Struktur telah terisi, kekosongan kepemimpinan tertutup, dan medan menegaskan kesiapan penuh. Ada kesinambungan antara keputusan dan tindakan,” ujarnya.
Sosok Lima Pemimpin yang Diratapi Brigade Al-Qassam
Dia juga menyampaikan belasungkawa kelompok perlawanan itu atas sejumlah pemimpin militer terkemuka Hamas yang gugur karena agresi Israel yang berlangsung selama dua tahun penuh.
Menyiratkan adanya estafet kepemimpinan dalam organisasi tersebut, Abu Obaida baru menyebut lima nama yang mereka kenang sebagai martir perlawanan, yaitu:
- Muhammad Sinwar, Kepala Staf yang menggantikan mediang Muhammad Deif
- Muhammad Shabaneh, Komandan Brigade Rafah
- Hakam Issa, Kepala Divisi Senjata dan Layanan Tempur Al-Qassam
- Raed Saad, Kepala Divisi Produksi Militer Al-Qassam
- Hudzaifah Samir Abdullah Al-Kahlout (Abu Obaida), juru bicara militer sebelumnya
Lalu apa saja peran vital para pemimpin lapangan Al-Qassam ini? Berikut ini ulasannya:
Muhammad Sinwar
• Kepala Staf Brigade selama perang terakhir di Jalur Gaza setelah gugurnya Mohammed Deif.
• Dia adalah perwira operasi di Brigade Qassam dan komandan Brigade Khan Yunis.
• Mastermind di balik sejumlah operasi militer tingkat tinggi melawan pendudukan Israel.
• Dia memimpin pengembangan jaringan terowongan kompleks milik Al-Qassam.
• Dia memimpin operasi penangkapan tentara Israel Gilad Shalit pada tahun 2006.
Baca tanpa iklan