Sehingga Washington menilai hal itu sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan dan kepentingan AS di Belahan Barat.
Dalam hal ini, pemerintah AS juga menyoroti hubungan militer yang semakin erat antara Tehran dan Caracas, termasuk latihan bersama, transfer teknis, serta penciptaan fasilitas perakitan di Venezuela yang berada di bawah pengawasan Iran.
Alasan itu yang mendorong Trump memberlakukan sanksi guna mengendalikan penyebaran drone dan teknologi militer Iran, menekan kekuatan militer Venezuela, dan menjaga keamanan regional serta kepentingan Amerika di tingkat global.
Sanksi juga bertujuan untuk menghambat akses Iran ke sistem keuangan global, sehingga negara itu sulit mengembangkan atau mengekspor senjata.
Dengan diberlakukannya sanksi, AS mengirim pesan tegas bahwa siapapun yang membantu Iran atau Venezuela dalam proliferasi senjata akan menghadapi konsekuensi serius, termasuk pembekuan aset dan larangan transaksi keuangan.
Iran Peringatkan AS
Pasca Trump memberlakukan sanksi, Pemerintah Iran melontarkan sikap keras, memperingatkan bahwa kebijakan dan operasi militer Amerika Serikat di wilayah Karibia dan Amerika Latin berpotensi mengganggu stabilitas regional.
Dalam pernyataannya, pejabat Iran menekankan bahwa campur tangan pihak luar dalam urusan pertahanan negara adalah hal yang tidak dapat diterima.
Teheran menegaskan bahwa setiap upaya AS untuk menekan kegiatan militer atau industri pertahanan Iran di luar wilayah Timur Tengah akan mendapat tanggapan tegas.
“Kebijakan militer Amerika Serikat di dekat wilayah Venezuela dan Karibia dapat menimbulkan ketegangan serius dan mengganggu keseimbangan keamanan di kawasan,” tulis kementerian luar negeri Iran dalam pernyataan resmi.
Meski mendapat tekanan dan sanksi dari AS, namun Iran menegaskan bahwa pihaknya akan melanjutkan kerja sama militer yang sah dengan negara-negara sahabatnya.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan