News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

UEA Tarik Mundur Pasukan dari Yaman, Koalisi Arab di Ambang Krisis

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEJUANG HOUTHI YAMAN - Foto ini diambil dari Telegram Houthi pada Jumat (28/3/2025) memperlihatkan pejuang Houthi memegang senjata dalam sebuah foto peringatan 10 tahun perang Yaman yang diunggah pada Kamis (27/3/2025). UEA resmi tarik pasukan dari Yaman di tengah konflik memanas. Ketegangan dengan Arab Saudi kian tajam, Koalisi Arab terancam retak dan krisis.

TRIBUNNEWS.COM - Uni Emirat Arab (UEA) menarik semua pasukannya dari Yaman, menandai berakhirnya operasi militer yang mereka sebut sebagai misi “kontraterorisme”.

Adapun operasi kontraterorisme UEA adalah misi militer yang diklaim untuk menumpas teroris dan menjaga keamanan wilayah selatan Yaman.

Namun dalam praktiknya UEA memberikan dukungan politik, logistik, dan militer terhadap kelompok separatis, termasuk STC kelompok separatis penguasa wilayah selatan Yaman.

Buntut dukungan ini pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menuntut penarikan pasukan UEA dalam waktu 24 jam.

Desakan serupa juga dilontarkan oleh Riyadh. Bukan tanpa alasan pasalnya sehari sebelumnya, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang pelabuhan Mukalla di Yaman selatan.

Riyadh menilai serangan tersebut menarget pengiriman yang terkait dengan UEA dan ditujukan untuk Dewan Transisi Selatan (STC), kelompok separatis yang kini menguasai sebagian besar wilayah selatan, termasuk provinsi Hadramout dan Mahara.

STC awalnya mendukung pemerintah Yaman dalam perlawanan terhadap pemberontak Houthi, namun belakangan mereka melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi, dengan tujuan mendirikan negara merdeka di selatan.

Arab Saudi menuduh UEA mendukung STC, meskipun Abu Dhabi membantah tuduhan tersebut.

Menanggapi situasi yang cepat berkembang, Kementerian Pertahanan UEA memutuskan untuk mengakhiri misi militer tersebut.

Keputusan ini diambil setelah Kementerian Pertahanan UEA melakukan penilaian komprehensif terhadap peran militer mereka di wilayah selatan negara itu.

Langkah tersebut dipandang sebagai upaya Abu Dhabi untuk meredakan ketegangan dengan Arab Saudi, meskipun hubungan kedua sekutu tersebut masih berada dalam fase sensitif.

Baca juga: UEA Umumkan Angkat Kaki dari Yaman Seusai Arab Saudi Serang 2 Kapal Bawa Ranpur Buat STC

Dengan menarik pasukan, UEA berupaya menurunkan potensi gesekan langsung di lapangan yang dapat memperburuk retaknya koalisi Arab yang selama ini bersatu melawan pemberontak Houthi.

Selain itu, keputusan tersebut dimaksudkan untuk mencegah eskalasi konflik horizontal di Yaman selatan, khususnya antara Dewan Transisi Selatan (STC) dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Di sisi lain, penarikan pasukan juga menjadi bagian dari upaya UEA menjaga citra internasionalnya.

Abu Dhabi ingin menegaskan posisinya sebagai negara yang mendukung stabilitas dan keamanan kawasan, bukan sebagai aktor yang memperdalam konflik atau memicu perpecahan di antara sekutu regional.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini