Di sisi lain, saat sebagian besar penduduk Bumi sudah memulai hari pertama di tahun yang baru, ada beberapa wilayah yang masih berada di "masa lalu".
Secara geografis, wilayah yang paling terakhir merayakan Tahun Baru adalah Pulau Baker dan Pulau Howland.
Keduanya merupakan wilayah tak berpenghuni milik Amerika Serikat (AS) yang terletak di Samudra Pasifik.
Wilayah ini berada di zona waktu UTC-12.
Jika merujuk pada wilayah yang memiliki penduduk, Samoa Amerika dan Niue menjadi tempat terakhir yang merayakan pergantian tahun.
Warga di sini baru merayakan Tahun Baru sekitar 25 jam setelah Kiritimati.
Penjelasan Soal Zona Waktu
Perbedaan perayaan Tahun Baru ini ditentukan oleh Garis Tanggal Internasional.
Baca juga: 70 Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 untuk Atasan, Sopan dan Profesional
Garis imajiner ini membentang dari Kutub Utara ke Kutub Selatan melalui tengah Samudra Pasifik.
Secara teknis, garis ini seharusnya mengikuti meridian ke-180, namun kenyataannya garis ini berbentuk zig-zag.
Mengutip The Daily Star, hal ini bertujuan agar negara-negara kepulauan seperti Kiribati tidak terbelah menjadi dua tanggal yang berbeda dalam satu administrasi negara.
Pergeseran garis inilah yang menempatkan Kiribati jauh di depan zona waktu lainnya.
Secara ringkas, begini cara tahun baru "berkeliling" dunia:
- Samudra Pasifik Tengah: Kiribati dan kepulauan sekitarnya.
- Oseania & Asia Timur: Selandia Baru, Australia, Jepang, dan Korea.
- Asia Tenggara & Tengah: Indonesia, Thailand, hingga India.
- Eropa & Afrika: Inggris, Prancis, Nigeria, hingga Afrika Selatan.
- Amerika: Brasil, Amerika Serikat, Kanada, hingga wilayah Alaska.
- Pasifik Terluar: Samoa Amerika dan pulau-pulau kecil AS lainnya.
Dengan adanya perbedaan zona waktu ini, Tahun Baru bukan sekadar momen sesaat, melainkan sebuah gelombang perayaan yang menyapu seluruh permukaan Bumi selama lebih dari satu hari penuh.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan