Meski berbagai upaya diplomasi internasional telah ditempuh, konflik di kawasan tersebut terus berlanjut dan tidak pernah benar-benar mereda.
Situasi akhirnya memuncak ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan serangan militer ke Ukraina pada Februari 2022.
Putin menyebut invasi itu sebagai “operasi militer khusus”, dengan dalih melindungi warga di Donbas, mengatasi ancaman keamanan dari Ukraina, serta menolak perluasan NATO ke Eropa Timur.
Sebagai respons, negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi ketat terhadap Rusia dan meningkatkan bantuan militer serta ekonomi kepada Ukraina.
AS masih melanjutkan upayanya untuk menengahi perundingan perdamaian, dengan perkembangan perang selengkapnya di bawah ini.
-
Zelenskyy Tak Percaya Putin akan Berhenti di Donbas
Ketika Presiden Rusia, Vladimir Putin, mendorong kendali penuh atas wilayah Donbas timur Ukraina sebagai bagian dari kesepakatan apa pun, Zelenskyy mengatakan dia tidak percaya Rusia akan berhenti sampai di situ.
“Mundurlah dari Donbas, dan semuanya akan berakhir. Begitulah kedengarannya penipuan ketika diterjemahkan dari bahasa Rusia ke bahasa Ukraina, bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Prancis, dan, pada kenyataannya, ke bahasa apa pun di dunia,” kata Zelenskyy, berkomentar mengenai tuntutan Rusia.
Sebelumnya, Kremlin mengatakan Rusia ingin Ukraina menarik pasukan sepenuhnya dari Donbas.
“Tentu saja, rezim (Kyiv) harus menarik pasukan bersenjatanya dari Donbas di luar batas administratif,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Senin (29/12/2025).
Mengenai tuntutan Rusia sebagai syarat mengakhiri perang, Zelenskyy menekankan negaranya tidak akan menyerahkan wilayah manapun.
“Apa yang diinginkan Ukraina ? Perdamaian? Ya. Dengan harga berapa pun? Tidak. Kami menginginkan akhir dari perang tetapi bukan akhir dari Ukraina… Apakah kami lelah? Sangat. Apakah ini berarti kami siap menyerah? Siapa pun yang berpikir demikian sangat keliru," katanya, lapor The Guardian.
-
Putin: Percayalah Pada Kemenangan Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan kepada warga Rusia untuk percaya pada kemenangan di Ukraina selama pidato Tahun Baru tahunannya.
Ia secara konsisten mengatakan kepada warganya bahwa militer bermaksud untuk merebut sisa wilayah Ukraina yang telah ia nyatakan sebagai wilayah Rusia dengan kekerasan jika perundingan gagal.
Dalam pidatonya, Putin berbicara kepada para prajurit yang ia sebut sebagai pahlawan.
"Kami percaya kepada kalian dan kemenangan kita," kata Putin, Rabu (31/12/2025).
Baca tanpa iklan