News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Amerika Versus Venezuela

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Pasar Ketar-Ketir Pantau Dinamika AS–Venezuela

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CADANGAN MINYAK - Tangkapan layar YouTube The Indian Express pada Senin (5/1/2026) menampilkan ilustrasi cadangan minyak Venezuela. Harga minyak dunia melonjak tajam seiring ketegangan AS–Venezuela. Pasar waswas antara risiko geopolitik dan potensi banjir pasokan minyak global.

TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan akhir pekan ini, buntut meningkatnya risiko geopolitik serta dinamika hubungan AS dan Venezuela.

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik 59 sen atau 0,95 persen menjadi 62,58 dolar AS per barel pada penutupan perdagangan Jumat (9/1/2026)

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melesat 54 sen atau 0,9 persen ke level 58,30 dolar AS per barel.

Kedua acuan harga tersebut telah melonjak lebih dari 3 persen, setelah sempat melemah selama dua hari berturut-turut.

Secara mingguan, Brent diperkirakan mencatat kenaikan sekitar 3 persen, sedangkan WTI menguat 1,7 persen, menandai pemulihan harga yang cukup solid.

Ketegangan Geopolitik Jadi Pemicu Awal

Adapun lonjakan harga minyak mulai terlihat sejak awal pekan, ketika pasar mulai menghitung potensi dampak langkah Amerika Serikat di Venezuela.

Di mana pada awal pekan kemarin Presiden AS Donald Trump  membidik transfer antara 30 hingga 50 juta barel minyak mentah Venezuela ke Amerika Serikat.

Trump menggambarkan kesepakatan ini sebagai peluang ekonomi sekaligus langkah kemanusiaan.

Menurunnya, hasil penjualan minyak akan dijual dengan harga pasar dan pendapatannya dikendalikan langsung oleh pemerintah AS untuk memastikan dana tersebut digunakan bagi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.

Namun, ekspektasi tersebut justru membatasi ruang kenaikan harga, karena pasar mulai mengantisipasi tambahan pasokan baru jika sanksi terhadap Venezuela dilonggarkan secara selektif.

Baca juga: Terungkap! Ini Alasan Trump Ngotot Kuasai Minyak Venezuela, Bukan Sekadar Bisnis Energi

Meski Venezuela saat ini hanya menyumbang sebagian kecil dari total pasokan global, negara itu memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Setiap prospek perubahan besar pada produksi atau aliran minyaknya membuka ketidakpastian tentang bagaimana minyak tersebut akan didistribusikan atau diperdagangkan ke depan.

Ketidakpastian ini membuat harga dunia bergerak naik dan turun (fluktuatif) karena trader dan investor menilai dampaknya secara terus-menerus.

Hal tersebut menyebabkan harga minyak bergerak fluktuatif, karena kekuatan pasar berupaya menyeimbangkan antara risiko geopolitik yang meningkat dan realitas pasokan yang masih mencukupi.

Faktor Pendukung Menahan Tekanan Penurunan

Meski dihadapkan pada potensi lonjakan pasokan, analis pasar energi meyakini bahwa kenaikan harga akibat konflik semacam ini cenderung bersifat sementara, dan bukan jaminan bahwa harga akan terus naik dalam jangka panjang.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini