Rezim Iran juga memiliki milisi keagamaan Basij, sebuah pasukan paramiliter sukarelawan yang sering digunakan untuk menindak protes anti-pemerintah.
Sebagai perbandingan, AS memiliki sekitar 1,3 juta pasukan aktif dan 766.000 pasukan cadangan, menurut Global Firepower.
Jumlah Peralatan Tempur
Mengenai kekuatan darat, Iran memiliki 1.713 tank dibandingkan dengan 4.640 tank milik AS dan 65.825 kendaraan lapis baja, sementara pasukan Amerika memiliki 391.963 kendaraan lapis baja.
Data dari Global Firepower juga menunjukkan bahwa Iran memiliki lebih banyak artileri tarik daripada AS (2.070 berbanding 1.212) dan lebih banyak peluncur roket bergerak (1.517 berbanding 641), tetapi Republik Islam tersebut jauh tertinggal dari AS dalam kemampuan angkatan laut dan udara.
AS memiliki lebih dari 13.000 pesawat, dibandingkan dengan 551 pesawat milik Iran, dengan keunggulan besar dalam pesawat tempur serta pesawat serang dan angkut khusus.
Di laut, armada Iran yang berjumlah 107 kapal hampir empat kali lebih sedikit daripada armada AS yang berjumlah 440 kapal.
Iran tidak memiliki kapal induk atau kapal perusak, sementara AS memiliki masing-masing 11 dan 81.
Namun, Teheran memiliki armada besar kapal cepat dan kapal selam yang dapat mengganggu lalu lintas pelayaran dan pasokan energi global yang melewati Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Kutipan Pernyataan
Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu mengenai tindakan terhadap Iran: “Militer sedang mempertimbangkannya, dan kami sedang melihat beberapa opsi yang sangat kuat.”
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengatakan saat terjadi serangan di parlemen bahwa jika terjadi serangan: “semua pusat militer, pangkalan, dan kapal Amerika di wilayah tersebut akan menjadi target sah kami,” menambahkan, “kami tidak menganggap diri kami terbatas pada bereaksi setelah kejadian dan akan bertindak berdasarkan tanda-tanda ancaman yang objektif.”
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Meskipun Trump telah memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran, presiden AS tersebut diperkirakan akan bertemu dengan tim keamanan nasionalnya pada hari Selasa untuk membahas opsi intervensi lebih lanjut, demikian dilaporkan BBC.
Laporan itu mencatat bahwa ia dikabarkan sedang mempertimbangkan serangan rudal, opsi siber, dan kampanye psikologis di antara opsi-opsi rahasia dan militer.
(oln/nw/bbc/*)
Baca tanpa iklan