Trump juga menyatakan Washington tengah mempertimbangkan berbagai langkah, termasuk opsi militer.
“Pihak militer sedang mempertimbangkannya, dan kami sedang melihat beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan membuat keputusan,” kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Minggu (11/1/2026) malam.
Pekan lalu, melalui Truth Social, Trump menulis bahwa Iran tengah mengincar kebebasan dan Amerika Serikat siap membantu.
Israel
Israel menyatakan dukungan kuat terhadap para demonstran di Iran.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memuji “kepahlawanan luar biasa warga Iran” dalam rapat kabinet.
Militer Israel menyebut protes sebagai urusan internal Iran, namun menegaskan kesiapan merespons dengan kekuatan bila diperlukan.
Britania Raya
Seorang menteri Inggris tidak menutup kemungkinan mendukung aksi militer terhadap Iran.
Peter Kyle mengatakan kepada Sky News bahwa terdapat banyak faktor yang masih dipertimbangkan.
Pemimpin oposisi Konservatif Kemi Badenoch mengatakan kepada BBC bahwa langkah tegas bisa dibenarkan melihat ancaman yang muncul.
Uni Eropa
Uni Eropa menyatakan siap mengusulkan sanksi baru terhadap Iran.
Inggris, Jerman, dan Prancis sebelumnya mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk keras pembunuhan demonstran.
Jerman
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan rezim yang bertahan dengan kekerasan pada dasarnya telah menuju akhir.
Baca juga: Takut Diamuk Teheran, Netanyahu Perintahkan Parlemen dan Menteri Bungkam soal Perang Iran VS AS
Jerman sebelumnya menyebut respons keras Iran sebagai tanda kelemahan, bukan kekuatan.
Jepang
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyerukan penghentian kekerasan secara segera.
Tokyo berharap situasi di Iran dapat diselesaikan secepat mungkin melalui cara damai.
Baca tanpa iklan