Warga AS disarankan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat menuju Turki atau Armenia jika situasi dirasa aman.
Berdasarkan data per Selasa (13/1), berikut adalah status perbatasan darat untuk meninggalkan Iran:
- Turki:
Pintu perbatasan di Gürbulak/Bazargan, Kapıköy/Razi, dan Esendere/Serow tetap dibuka.
Warga berkewarganegaraan ganda (AS-Iran) tidak memerlukan persetujuan khusus, namun bagi pemegang paspor AS murni, diwajibkan mengirimkan data diri ke Kedutaan Besar AS di Ankara. - Armenia:
Perbatasan darat di Agarak/Norduz masih terbuka.
Warga AS dapat masuk tanpa visa selama 180 hari dengan paspor yang valid. - Turkmenistan:
Perbatasan dibuka, namun memerlukan izin khusus dari pemerintah setempat yang harus difasilitasi oleh Kedutaan Besar AS di Ashgabat. - Azerbaijan:
Akses masuk dari Iran sangat dibatasi bagi warga AS, terutama setelah ketegangan konflik Iran-Israel pada Juni 2025.
Warga AS disarankan mencari rute alternatif selain Azerbaijan.
Baca juga: 6 Pemicu Mata Uang Iran Jatuh ke Rekor Terendah: Sanksi, Inflasi hingga Kerusuhan
Bagi warga AS yang masih berada di Iran, Washington menginstruksikan langkah-langkah berikut:
- Segera Keluar: Buatlah rencana evakuasi mandiri tanpa bergantung pada bantuan langsung pemerintah AS.
- Cari Tempat Berlindung: Jika tidak bisa keluar, tetaplah berada di dalam rumah atau bangunan yang aman. Siapkan persediaan makanan, air, dan obat-obatan.
- Hindari Demonstrasi: Tetaplah rendah hati (low profile) dan waspada terhadap lingkungan sekitar.
- Komunikasi: Pastikan ponsel selalu terisi daya dan terus berkomunikasi dengan keluarga untuk mengabarkan status keamanan Anda.
Warga AS juga dilarang keras melakukan perjalanan ke wilayah perbatasan Afghanistan, Irak, maupun perbatasan Pakistan-Iran karena risiko keamanan yang sangat tinggi.
(Tribunnewscom/Bobby)
Baca tanpa iklan