News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dialog dengan Kemenhan, PPI Turki Usulkan Integrasi Lulusan STEM ke Industri Pertahanan

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PPI TURKI - Audiensi Pelajar Indonesia (PPI) Turki bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Ankara pada Jumat, 09 Januari 2026.

Melalui skema ini, negara berperan memfasilitasi peningkatan kompetensi lulusan agar memenuhi standar BUMN pertahanan nasional maupun mitra strategis Turki seperti TUSAŞ dan TAI.

“Nilai tawar lulusan Turki bukan hanya pada ijazah, tetapi kami memiliki keunggulan penguasaan Bahasa Turki, adaptabilitas budaya, dan telah menyerap semangat kemandirian (yerli ve milli) selama bertahun-tahun. Dengan sedikit sentuhan fasilitas sertifikasi dari negara, kami siap menjadi jembatan teknologi yang efektif,” tambah Naura.

Program tersebut dirancang dengan skema komitmen pengabdian pascapelatihan, sehingga memastikan return on investment bagi negara sekaligus memberikan kepastian penempatan kerja bagi peserta.

Dengan demikian, pengembangan kompetensi SDM dapat berjalan selaras dengan kebutuhan strategis industri pertahanan nasional.

Usulan kedua adalah adopsi model pembinaan pemuda berbasis ekosistem pertahanan, yang merujuk pada praktik Turki melalui Turkish Youth Defense Ecosystem.

Keberhasilan Turki membangun kemandirian industri pertahanan dinilai bertumpu pada ekosistem integratif yang menghubungkan mahasiswa, industri, dan negara, sebagaimana tercermin dalam ajang TEKNOFEST.

Model ini menekankan pendanaan riset mahasiswa berbasis kebutuhan industri pertahanan, keterlibatan aktif industri dalam pembinaan dan inkubasi inovasi, serta tersedianya jalur hilirisasi hasil riset ke dalam sistem produksi nasional.

Dalam konteks tersebut, PPI Turki menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai mitra konseptor dan fasilitator transfer pengetahuan, khususnya dalam mereplikasi praktik-praktik terbaik yang relevan dan adaptif bagi pembangunan pertahanan Indonesia.

Menhan Tekankan Regenerasi Praktisi STEM

Sejalan dengan usulan PPI Turki, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam pidatonya di hadapan mahasiswa Indonesia di Turki menekankan pentingnya regenerasi praktisi teknologi muda berlatar belakang STEM guna memperbaiki kinerja birokrasi dan BUMN.

Menurut Sjafrie, Indonesia tidak semata membutuhkan figur berpengalaman puluhan tahun, melainkan talenta muda yang siap bekerja, berintegritas, dan mampu berkembang dalam jangka panjang. Pemerintah, kata Menhan, tengah menyiapkan mekanisme clearing house serta sistem cohort talenta muda untuk menyaring, membina, dan menempatkan praktisi terbaik secara bertahap dan meritokratis di posisi strategis.

“Masalah utama kita bukan pada kecerdasan intelektual, tetapi integritas, nasionalisme, dan mentalitas,” tegasnya, seraya mengingatkan ancaman korupsi dan kooptasi yang kerap melemahkan institusi negara.

Ajakan Pulang dan Mengabdi

Dalam pidato tersebut, Menhan Sjafrie juga mendorong mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk kembali ke Tanah Air dan berkontribusi langsung bagi pembangunan nasional. Ia menegaskan bahwa “user” sejati dari pembangunan nasional adalah rakyat Indonesia.

“Kalau kau bersaing di luar, yang menjadi wasit adalah user kamu yang menggaji kamu. Tapi kalau yang di dalam negeri, itu pemerintah dan atas nama rakyat yang gaji,” ungkapnya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini