Turki dipandang sebagai mitra strategis dan alternatif penting dalam pengembangan teknologi, mengingat sejarah kontribusi Indonesia di masa lalu yang dinilai perlu kembali dikejar dan diperkuat.
Pidato tersebut ditutup dengan pesan agar generasi muda membangun karier secara bertahap, berani mengambil risiko, dan tidak tergoda jalur instan tanpa fondasi yang kuat.
Menhan juga mengingatkan mahasiswa Indonesia untuk bersikap realistis dan tidak menghabiskan energi pada perdebatan yang tidak relevan atau terjebak isu media sosial.
Implikasi Kebijakan
PPI Turki menilai implementasi kebijakan ini berpotensi menghasilkan SDM pertahanan yang siap pakai dan berkelanjutan, mengoptimalkan investasi negara pada pendidikan luar negeri, memperkuat agenda transfer teknologi dan kemandirian alutsista, serta menekan risiko brain drain.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dan lulusan Indonesia di Turki diposisikan sebagai strategic human capital asset yang menjadi bagian integral dari arsitektur pembangunan pertahanan nasional.
(*)
Baca tanpa iklan