News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Antisipasi Kebocoran Data Sensitif, China Larang Penggunaan Software Keamanan AS dan Israel

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

XI JINPING - Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan darurat dengan para pemimpin bisnis swasta terkemuka di negaranya, Senin (17/2/2025). Pemerintah China memerintahkan perusahaan-perusahaan domestik untuk menghentikan penggunaan sejumlah perangkat lunak keamanan siber buatan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

 

Ringkasan Berita:

  • Pemerintah China melarang perusahaan domestik menggunakan software keamanan siber buatan AS dan Israel karena kekhawatiran kebocoran data sensitif.
  • Larangan ini mencakup produk sejumlah perusahaan asing dan menjadi bagian dari upaya China mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat.
  • Kebijakan tersebut muncul di tengah meningkatnya persaingan teknologi dan ketegangan geopolitik antara China dan Amerika Serikat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah China memerintahkan perusahaan-perusahaan domestik untuk menghentikan penggunaan sejumlah perangkat lunak keamanan siber buatan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Langkah ini diambil karena kekhawatiran terhadap keamanan nasional dan potensi kebocoran data sensitif ke luar negeri.

Reuters melaporkan pada Rabu (14/1/2026),  bahwa arahan tersebut dikeluarkan beberapa hari lalu dan berdampak pada berbagai sektor industri di China.

Sumber yang mengetahui kebijakan ini, yang berbicara secara anonim, menyebutkan bahwa larangan tersebut mencakup perangkat lunak dari lebih dari selusin perusahaan asing.

Beberapa perusahaan yang terdampak antara lain VMware, Palo Alto Networks, dan Fortinet dari Amerika Serikat, serta Check Point Software Technologies dari Israel.

Meski jumlah pasti perusahaan pengguna belum diungkap, kebijakan ini dinilai memiliki dampak luas bagi dunia usaha di China.

Menurut sumber tersebut, otoritas China khawatir perangkat lunak keamanan asing berpotensi mengumpulkan dan mengirimkan data rahasia ke luar negeri.

Kondisi ini dinilai dapat membuka akses pihak asing terhadap informasi sensitif yang berkaitan dengan sistem dan infrastruktur penting.

Kebijakan terbaru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Beijing untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.

China juga berupaya memperkuat pengembangan teknologi dalam negeri, termasuk di sektor keamanan siber, semikonduktor, dan kecerdasan buatan.

Langkah ini bukan yang pertama dilakukan China.

Baca juga: Iran-AS Memanas, Arab Saudi Tidak Izinkan Wilayah Udaranya Digunakan dalam Serangan

Pada 2014, pemerintah China mulai menghapus penggunaan sistem operasi Microsoft Windows dari komputer pemerintah dan melarang Windows 8 karena alasan keamanan serupa.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya persaingan antara China dan Amerika Serikat di bidang teknologi, perdagangan, dan geopolitik.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini