News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Amerika Versus Venezuela

Fakta Baru Penangkapan Maduro, AS Ternyata Punya Orang Dalam di Kabinet Venezuela

Penulis: Bobby W
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DIOSDADO CABELLO - Tangkap layar La Republica + terkait sosok Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello

TRIBUNNEWS.COM - Fakta baru terungkap dari operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026 lalu yang berlangsung begitu cepat dan tanpa kendala berarti.

Usut punya usut, sebelum melakukan operasi penangkapan tersebut, Amerika Serikat sudah memiliki orang dalam di Kabinet Pemerintahan Venezuela yang ikut memuluskan jalannya misi peringkusan Maduro secara cepat dan tepat.

Dikutip dari Reuters, Minggu (18/1/2026), sosok orang dalam yang memuluskan operasi militer AS dalam menangkap Maduro ternyata adalah sosok Menteri Dalam Negeri Venezuela yang beraliran keras, Diosdado Cabello.

Menurut beberapa sumber Reuters yang memahami persoalan tersebut, Cabello ternyata sudah menjalin komunikasi secara diam-diam dengan pemerintahan AS beberapa bulan sebelum operasi penangkapan Nicolas Maduro dilakukan. 

Komunikasi dengan Cabello mencakup pembahasan mengenai sanksi yang dijatuhkan AS kepadanya serta dakwaan hukum yang ia hadapi.

Hubungan ini telah dimulai sejak hari-hari awal pemerintahan kedua Trump dan berlanjut hingga minggu-minggu menjelang penggulingan Maduro.

Empat sumber dari Reuters juga menyatakan bahwa pemerintah AS tetap menjalin kontak dengan Cabello pasca-kejatuhan Maduro.

Peran Cabello dalam Penangkapan Maduro

MATA DITUTUP - Presiden Venezuela Nicolas Maduro di atas kapal USS Iwo Jima seperti yang diunggah oleh Presiden Donald Trump di Truth Social pada Sabtu (3/1/2026). Tampak mata Maduro ditutup dan tangannya diborgol, serta telinganya disumbat seusai ditangkap. (Tribunnews.com/HO/IST)

Dari sumber yang dimiliki Reuters, Pemerintah AS diketahui memberikan peringatan keras kepada Cabello agar tidak menggunakan layanan keamanan atau pendukung militan dengan pengawasan super ketat di hari penangkapan Maduro pada 3 Januari lalu.

Adapun aparat keamanan yang diminta AS untuk "tak ikut campur" dalam penangkapan Maduro mencakup dinas intelijen, kepolisian, dan angkatan bersenjata, Venezuela.

Kepatuhan Cabello atas intruksi AS tersebut juga bisa dilihat dari sebagian besar anggota dari aparat keamanan terkait tetap memiliki personel utuh setelah serangan AS 

Cabello sendiri tak asing di telinga bagi para penegak hukum di AS yang mengurusi persoalan di Venezuela.

Nama Cabello sebelumnya juga turut disebutkan dalam dakwaan perdagangan narkoba AS yang sama dengan yang digunakan pemerintahan Trump sebagai dasar penangkapan Maduro.

Baca juga: Trump Gelar Makan Siang dengan Oposisi Maduro, Kursi Presiden Baru Venezuela Memanas

Namun demikian, Cabello tidak ikut ditangkap AS dalam operasi tersebut.

Informasi mengenai komunikasi ini merupakan bagian krusial dari upaya pemerintahan Trump untuk mengendalikan situasi di dalam negeri Venezuela. 

Jika Cabello memutuskan untuk mengerahkan kekuatan yang ia kendalikan, hal itu dapat memicu kekacauan yang ingin dihindari Trump dan mengancam stabilitas kekuasaan Presiden Interim, Delcy Rodriguez.

Peran Cabello di Masa Transisi

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini