News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Internasional: Demonstran Iran Merasa Dikhianati Trump - Rencana Pembentukan PBB Tandingan

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Ribuan demonstran turun ke jalan di seluruh Eropa untuk mengecam pembunuhan massal di Iran; Kaja Kallas, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan/Wakil Presiden Komisi Eropa; Tangkap layar La Republica + terkait sosok Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello; Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan wartawan di Gedung Putih untuk membahas perang antara Thailand dengan Kamboja, Kamis (11/12/2025). Inilah kompilasi berita populer internasional hari ini.


TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa mewarnai dunia hari ini.

Demonstran di Iran marah karena merasa Donald Trump telah mengkhianati harapan mereka.

Sementara itu, Donald Trump menggulirkan wacana pembentukan “PBB tandingan”.

Selengkapnya, berikut rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.

1. Pengunjuk Rasa Iran Merasa Dikhianati Donald Trump, Bantuan Tak Datang

Bagi banyak warga Iran yang turun ke jalan selama gelombang protes dalam beberapa minggu terakhir, Presiden AS Donald Trump sempat dipandang sebagai sosok “penyelamat”.

Keyakinan itulah, menurut para pengunjuk rasa, yang membuat perubahan sikap Trump kemudian terasa seperti sebuah pengkhianatan.

Rasa kekecewaan muncul dari perbedaan antara klaim Trump dan tindakannya di lapangan.

Pada awal kerusuhan, Donald Trump secara terbuka menyuarakan dukungan kepada para pengunjuk rasa Iran dan mengeluarkan peringatan keras kepada pemerintah Iran.

Trump menyatakan di media sosial bahwa bantuan sedang dalam perjalanan dan kemudian mengatakan bahwa Amerika Serikat siap siaga jika demonstran disakiti.

“Para Patriot Iran, TERUS BERPROTES – KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA KALIAN!!! Catat nama-nama para pembunuh dan pelaku kekerasan. Mereka akan membayar mahal. Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan pejabat Iran sampai pembunuhan tanpa akal sehat terhadap para demonstran BERHENTI. BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN. MIGA!!!
PRESIDEN DONALD J. TRUMP,” tulis Trump di media sosial, Selasa (13/1/2026).

Banyak warga Iran menafsirkan pernyataan itu sebagai janji dukungan konkret, bahkan kemungkinan intervensi militer.

Namun ketika para pengunjuk rasa kembali turun ke jalan, pemerintah Iran justru memutus komunikasi dan mengerahkan pasukan keamanan.

Mengutip NDTV, laporan dari berbagai wilayah menggambarkan adanya tembakan penembak jitu, serangan senapan mesin, serta banyak korban tewas dan orang hilang.

Kabar bahwa Departemen Pertahanan AS (Pentagon) memerintahkan sejumlah personel non-esensial meninggalkan pangkalan utama AS di kawasan tersebut secara luas ditafsirkan sebagai persiapan menuju konflik.

Namun kemudian terjadi perubahan arah.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini