News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Internasional: Kontroversi Nobel Perdamaian Trump - Demo Besar-besaran di AS Terkait Iran

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERITA POPULER INTERNASIONAL - Kolase foto: Presiden Donald Trump menyampaikan pidato di KTT AI Gedung Putih di Auditorium Andrew W. Mellon di Washington, DC; Ribuan orang di Amerika Serikat (AS) menggelar demonstrasi besar-besaran untuk mengecam tindakan keras pemerintah Iran, Minggu (18/1/2026); Potret Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam sebuah unggahan di Instagram @drmasoudpezeshkian pada 22 September 2024; Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Maria Corina Machado dari Venezuela di Ruang Oval, di mana ia menyerahkan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Trump, 15 Januari 2026. Inilah rangkuman berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.


TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan politik internasional kembali mencuri perhatian dunia. 

Pemberian medali Nobel Perdamaian dari penerima aslinya kepada Donald Trump memicu kontroversi luas, sementara di Amerika Serikat gelombang demonstrasi besar-besaran terkait kebijakan Iran menambah sorotan. 

Berikut Tribunnews merangkum lima isu populer internasional dalam 24 jam terakhir.

1. Trump Jual Kursi Dewan Perdamaian Gaza, Dibanderol 1 Miliar Dolar AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan skema iuran bernilai sangat besar bagi negara-negara yang ingin tetap menjadi anggota tetap dalam Dewan Perdamaian Gaza.

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg, yang mengutip draf piagam internal Dewan Perdamaian Gaza.

Dalam usulan tersebut, setiap negara diminta membayar hingga 1 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp16,9 triliun sebagai syarat keanggotaan jangka panjang.

Bertujuan untuk memastikan bahwa hanya negara-negara yang memiliki komitmen finansial besar yang terlibat langsung dalam pengambilan keputusan terkait masa depan Gaza.

Trump menilai bahwa rekonstruksi Jalur Gaza membutuhkan dana sangat besar dan berkelanjutan, tidak hanya untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur akibat konflik, tetapi juga untuk membiayai sistem keamanan, pemerintahan transisi, serta program stabilisasi jangka panjang.

Dengan mewajibkan kontribusi hingga 1 miliar dolar, pemerintah AS berupaya menjamin ketersediaan dana sejak awal tanpa sepenuhnya bergantung pada mekanisme bantuan internasional yang selama ini dinilai lamban dan sarat kepentingan politik.

MINYAK VENEZUELA - Tangkap layar YouTube The White House 10 Januari 2026, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump saat menggelar pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak dan gas. (Tangkap layar YouTube The White House)

Trump Tawarkan Imbalan Menarik

Sebagai imbalannya, negara-negara yang membayar iuran tersebut ditawari posisi strategis dalam struktur Dewan Perdamaian Gaza.

Keanggotaan jangka panjang memberi hak bagi negara tersebut untuk terlibat langsung dalam perumusan kebijakan utama, mulai dari arah rekonstruksi ekonomi, desain tata kelola pemerintahan Gaza, hingga keputusan keamanan terkait perlucutan senjata Hamas.

Dengan kata lain, kontribusi finansial besar ditukar dengan pengaruh politik yang signifikan.

Selain akses terhadap pengambilan keputusan, Trump juga menawarkan stabilitas keanggotaan.

Negara yang membayar lebih dari 1 miliar dolar tidak terikat pada batasan masa jabatan tiga tahun sebagaimana anggota biasa.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini